Jumat, 10 April 2026

Berita Video

VIDEO Soal Debu Batubara KCN di Marunda, Dinas Lingkungan Hidup DKI Bilang Begini

"Betul, bahwa KCN di sekitar Marunda masih banyak sekali industri yang menggunakan batubara," ujar Asep

Editor: Ahmad Sabran

WARTAKOTALIVE.COM, SAWAH BESAR - Polemik pencemaran debu batubara di Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara masih menjadi persoalan serius.


Pasalnya, Terminal Karya Citra Nusantara (KCN) yang disinyalir menjadi penyebab, masih beraktivitas di wilayah tersebut.


Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto angkat suara terkait polemik tersebut.


"Betul, bahwa KCN di sekitar Marunda masih banyak sekali industri yang menggunakan batubara," ujar Asep saat ditemui usai kerja bakti gabungan di Sungai Ciliwung, Masjid Istiqlal, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Kamis (10/11/2022).


Namun, Asep mengatakan bahwa pihaknya memastikan KCN sudah tidak ada bongkar muatan lagi.


Ia pun mengaku pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK RI) untuk melihat sumber pencemaran lainnya.


"Saya juga sudah menugaskan tim saya sebagai tindak lanjut dari sanksi KCN, untuk dapat melihat dan memantau pabrik-pabrik serta industri mana lagu yang mencemari dengan batubara," kata Asep.


Diberitakan sebelumnya, sudah beberapa kali, warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Marunda, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara kembali terdampak pencemaran debu batubara.


Pada Jumat (21/10/2022) lalu, partikel hitam pekat berterbangan di area Rusunawa Marunda hingga mengotori lantai tempat tinggal warga.


Dari rekaman video yang diterima Warta Kota, seorang warga nampak menyapu area Rusunawa Marunda hingga partikel hitam pekat tersebut terkumpul.


Pengurus Forum Masyarakat Rusunawa Marunda (FMRM) Cecep Supriadi membenarkan terulangnya pencemaran debu batubara tersebut.


"Kemarin Jumat (21/10/2022) kami mendapatkan laporan dari masyarakat rusunawa Marunda di Blok D3 bahwa debu batu bara masuk lagi ke wilayah rusun Blok D3," kata Cecep saat dikonfirmasi, pada Senin (24/10/2022).


Setelah mendapatkan laporan masyarakat terkait pencemaran debu batubara tersebut, pengurus FMRM langsung meninjau lokasi.


"Dan setelah itu kami investigasi ke Blok D3 dan ternyata memang benar debu batubara masuk lagi dan kami menemukan temuan debu itu di rusun Marunda blok D3 dan kami langsung memberikan info kepada ketua FMRM bahwa pada tanggal 21/10/2022 telah terjadi pencemaran kembali," ungkapnya.


Menurut Cecep, pihak FMRM belum mengetahui secara pasti sumber pencemar batubara tersebut.


Atas pencemaran tersebut, Ketua FMRM Didi Suwandi telah memberikan surat laporan kepada Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara.


"Ketua FMRM Didi Suwandi sudah memberikan laporan kepada Sudin LH jakut terkait pencemaran yg terjadi kembali di rusunawa Marunda pada tgl 21 Oktober 2022," pungkasnya. (m36)

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved