Pelaku Ekraf DIY Raup Transaksi Rp222 Juta, Terbesar selama Pameran AKI 2022

Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) merupakan program unggulan pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran bagi pelaku ekraf.

Editor: Ichwan Chasani
Istimewa
Pekan Puncak Apresiasi Kreasi Indonesia 2022 di AEON Mall BSD City, Tangerang, beberapa waktu lalu. 

WARTAKOTALIVE.COM — Pameran Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) 2022 telah memasuki rangkaian terakhir, yakni Pekan Puncak Apresiasi Kreasi Indonesia 2022 di AEON Mall BSD City, Tangerang, beberapa waktu lalu.

Rangkaian pameran AKI 2022 telah dilaksanakan di 16 kota/kabupaten, mencakup Tasikmalaya – Cirebon – Yogyakarta – Tegal – Banjarmasin – Padang – Tangerang – Cilegon – Pontianak - Banda Aceh – Jember – Kendari - Sidoarjo – Jambi – Ambon dan Pekanbaru. 

Direktur Kuliner Kriya Desain dan Fashion Kemenparekraf, Yuke Sri Rahayu, menyatakan 16 peserta Pekan Puncak AKI 2022 itu dipilih yang terbaik dari finalis AKI di setiap kabupaten/kota, berdasarkan penilaian oleh mentor AKI dan Kemenparekraf.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan tahun kedua dilaksanakannya program unggulan Kemenparekraf dalam rangka membangkitkan kembali perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi pelaku ekonomi kreatif di seluruh Indonesia.

“Diharapkan produk atau karya yang lahir dari Apresiasi Kreasi Indonesia bisa menjadi ikon produk lokal yang mendunia,” ujar Yuke Sri Rahayu dalam pernyataan resminya, baru-baru ini.

BERITA VIDEO: POTENSI EKRAF BESAR DISBUDPAR KAB BOGOR LUNCURKAN BUKU PRODUKTIF

Apresiasi Kreasi Indonesia (AKI) merupakan program unggulan pengembangan ekonomi kreatif melalui peningkatan kapasitas dan pameran kepada para pelaku ekonomi kreatif.

Finalis AKI 2022 merupakan hasil dari kurasi dengan total pendaftar 6.531, dengan total finalis dari 16 Kabupaten/Kota adalah 433 yang terdiri dari subsektor kuliner, kriya, fesyen, aplikasi, film, dan musik.

Yuke Sri Rahayu menyebut, pameran AKI 2022 di 16 kota/kabupaten berhasil mendatangkan pengunjung lebih dari 70.000 orang, dengan rata-rata transaksi senilai Rp92 juta.

Baca juga: Ketum PSSI Harap Peringatan 40 Hari Tragedi Kanjuruhan Bisa Merekatkan Solidaritas Pelaku Sepak Bola

Baca juga: Rahasia Persija Jakarta Menjaga Kebugaran Para Pemainnya di Liga 1

“Yogyakarta menempati urutan teratas, dengan nilai transaksi sebesar Rp222 juta,” ujarnya.

Mengusung tema ‘Legenda untuk Indonesia’ diharapkan Pekan Puncak AKI 2022 mampu melahirkan tokoh terkenal, dan menjadi ikon produk lokal yang bisa menjadi legenda untuk Indonesia.

Yuke Sri Rahayu menjelaskan, AKI pertama kali dibentuk pada 2021 sebagai upaya Kemenparekraf membantu pemulihan ekonomi di masa pandemi.

“Pemulihan ekonomi harus dilakukan dengan mendorong para UMKM sebagai kebangkitan ekonomi nasional. Saat itu AKI 2021 dilaksanakan dengan protokol kesehatan di 16 kota/kabupaten dan berhasil meningkatkan produksi dan penjualan pelaku ekonomi kreatif UMKM,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Yuke Sri Rahayu, AKI berhasil menjadi wadah untuk kolaborasi pelaku ekonomi kreatif, bahkan bertemu dengan potential buyer dan investor.

Baca juga: Dukung Pencapaian Pancakarsa Bogor Cerdas, Disdik Tuntaskan Rehabilitasi Ruang Kelas SD dan SMP

Baca juga: Kiki Fatmala Rogoh Kocek Sendiri hingga Dibantu Suaminya Selama Obati Kanker Paru, Habis Berapa?

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved