Korupsi

Lagi, Seorang Hakim Agung Ditetapkan Tersangka Kasus Suap di MA oleh KPK

KPK menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) dan salah satunya Hakim Agung lagi

Antaranews.com
Gedung Mahkamah Agung di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. (Mahkamah Agung) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA).

Sejauh ini, KPK telah menetapkan 10 tersangka dalam kasus suap pengurusan kasasi Koperasi Simpan Pinjam Intidana. Perkara ini menyeret Hakim Agung Sudrajad Dimyati ke jeruji besi.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan salah satu dari tersangka baru yang ditetapkan ini, adalah seorang Hakim Agung juga. Ini artinya ada dua Hakim Agung yang terseret kasus ini.

"Dari beberapa tersangka baru ini, salah satunya adalah Hakim Agung. Untuk lengkap dan konstruksi hukumnya seperti apa akan kami rilis dalam waktu dekat," kata Ali Fikri saat dihubungi Kompas TV, Kamis (10/11/2022).

Fikri menjelaskan bahwa tersangka baru ini ditetapkan berdasarkan pengembangan kasus suap pengurusan kasasi Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Namun kasus untuk para tersangka baru ini katanya berbeda dengan suap pengurusan kasasi Koperasi Simpan Pinjam Intidana.

Baca juga: Hakim Agung Gazalba Saleh Jadi Tersangka Suap, Pernah Sunat Hukuman Edhy Prabowo

"Jadi tersangka baru ini hasil pengembangan kasus suap di MA sebelumnya, dimana tersangkanya, salah satunya adalah Hakim Agung SD. Namun dari pengembangan, ada fakta dengan kasus suap berbeda, dan tersangkanya ada satu Hakim Agung lagi," katanya.

Ali Fikri mengatakan KPK akan mengumumkan pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada saat penyidikan sudah cukup.

Yang pasti kata dia, penetapan tersangka baru dimana salah satunya adalah Hakim Agung sudah berdasar alat bukti yang cukup.

Baca juga: Dugaan Suap di MA Terbongkar, Firli Bahuri Sarankan Esksaminasi Putusan hingga Mutasi Orang Lama

Ali membenarkan bahwa KPK membuka penyidikan baru terkait dugaan suap di MA. 

Ia menuturkan, penyidikan baru dibuka setelah alat bukti yang ditemukan dinilai cukup. Hingga saat ini, penyidik masih terus bekerja mengumpulkan alat bukti untuk didalami dan dianalis.

Ia memastikan perkembangan proses hukum yang berjalan akan diumumkan ke publik dalam waktu mendatang.

“Setelah KPK menemukan kecukupan alat bukti, maka benar saat ini KPK sedang mengembangkan penyidikan baru pada perkara dugaan suap pengurusan perkara di MA,” kata Ali.

Baca juga: Dugaan Korupsi Helikopter dan Pesawat, Kejagung Yakinkan Pendemo Sedang Ditangani

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan akan mengumumkan tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara di MA.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved