Korupsi

Hendra Kurniawan Sebut Ismail Bolong Ngarang dan Mabuk

Hendra Kurniawan melalui kuasa hukumnya Henry Yosodiningrat, mengatakan tidak pernah menekan Ismail Bolong membuat testimoni tambang ilegal di Kaltim

Penulis: Nurmahadi | Editor: Budi Sam Law Malau
Tribunnews.com/Irwan Rismawan
Hendra Kurniawan menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/10/2022). Melalui melalui kuasa hukumnya Henry Yosodiningrat, Hendra mengatakan tidak pernah menekan dan memaksa Ismail Bolong memberikan testimoni dalam video tentang uang setoran dari penambangan batubara ilegal di Kalimantan Timur kepada jenderal polisi dan sejumlah perwira petinggi Mabes Polri. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mantan Karo Paminal Divisi Propam Polri Hendra Kurniawan melalui kuasa hukumnya Henry Yosodiningrat, mengatakan tidak pernah menekan dan memaksa Ismail Bolong memberikan testimoni dalam video tentang uang setoran dari penambangan batubara ilegal di Kalimantan Timur kepada jenderal polisi dan sejumlah perwira petinggi Mabes Polri.

Bahkan Hendra Kurniawan mengaku tidak kenal dengan Ismail Bolong.

"Itu cerita ngarang, itu semua ucapan IB dalam kondisi mabuk dan akan berdampak hukum bagi saudara IB terhadap pencemaran nama baik klien saya," kata Henry Yosodiningrat, usai sidang obstruction of justice kliennya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (10/11/2022).

Menurut Henry, Ismail Bolong sudah berbohong dan memfitnah Hendra Kurniawan.

"Bahwa klien saya tidak pernah mengenal saudara IB. Tidak benar bahwa klien saya menekan IB untuk membuat video testimoni itu, IB berbohong dan memfitnah klien saya. Mengada-ada bila klien saya melakukan penekanan/intervensi atas video testimoni yang bersangkutan mengenai penambangan batubara ilegal," kata Henry

Menurut Henry, video testimoni Ismail Bolong dibuat setelah ia memberikan keterangan dalam Berita Acara Interogasi yang ditandatangani.

Tanda tangan itu, kata Henry, dilakukan secara sadar tanpa paksaan. Setelah Berita Acara diteken, video testimoni dibuat untuk menguatkan karena melibatkan perwira tinggi Polri dan anggota lainnya.

Baca juga: Ismail Bolong Mantan Polisi yang Viral Pengakuannya Setor Uang ke Petinggi Polri

“Dalam proses penyelidikan Biro Paminal Divisi Propam Polri, video testimoni tidak hanya dilakukan terhadap Ismail Bolong saja, tetapi diperlakukan sama juga terhadap beberapa perwira atau anggota lainnya di Polda Kaltim yang terlibat setelah memberikan keterangan dalam Berita Acara Interogasi yang telah ditandatangani,” kata dia.

Henry menyampaikan kliennya sangat menyayangkan beredarnya video tersebut, yang kemudian dibalas dengan sanggahan yang menurutnya tidak beretika dan tidak pantas. 

Sebab Polri telah membesarkan Ismail Bolong beserta keluarga dengan penghasilan yang cukup selama masih aktif menjadi anggota Polri.

Baca juga: Penampakan Mewahnya Rumah Ismail Bolong, Dikenal Sosok Suka Menolong Orang Susah

"Sekarang siapa yang menekan dia? Mengatakan bahwa minta maaf kemudian yang saya ceritakan dulu yang saya buat adalah ditekan oleh Hendra kurniawan terus apalagi," jelas Henry.

Henry pun menegaskan bahwa kliennya tidak berbuat apa yang dituduhkan, dan juga tidak pernah memaksa hal tersebut.

Karena hal itu, kata Henry, pihaknya mempertimbangkan untuk membuat laporan polisi terkait keterangan Ismail Bolong yang telah mencemarkan nama baik Hendra Kurniawan

“Klien saya selaku mantan pejabat Karo Paminal Div Propam Polri saat ini hanya fokus terhadap proses persidangan pidana obstruction of justice yang sedang berlangsung,” tuturnya.

Baca juga: Dinilai Mencoreng Nama Institusi Polri, DPP Perisai Sebut Permintaan Maaf Ismail Bolong Tidak Cukup

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved