Psikologi

Viral Wanita Kebaya Merah, Ternyata Ini Dampak Film Porno Bisa Picu Pelecehan Seksual

Belakangan Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan film porno kebaya merah.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Belakangan Indonesia baru-baru ini digegerkan dengan film porno kebaya merah. Meski kasusnya terlihat sepele, ternyata dampak menonton film porno tidaklah sepele.

Diketahui sebelumnya, Polda Jawa Timur meringkus pria dan wanita yang menjadi pemeran dalam film porno kebaya merah yang kemudian viral di media sosial.

Usut punya usut, ternyata pemeran film porno tersebut merupakan produsen film porno pesanan.

Polisi menyebut ada lebih dari 90 video porno yang dibuat berdasarkan pesanan yang ditemukan polisi dalam penggeledahan kedua tersangka.

Menyaksikan film porno ternyata memiliki dampak negatif yang cukup fatal. Bahkan, apabila film tersebut disaksikan oleh anak di bawah umur hingga menjadi adiksi dapat memunculkan perbuatan pelecehan anak di bawah umur.

Dikutip dari Kompas.com, Psikolog asal Solo, Jawa Tengah, Hening Widyastuti, mengatakan, kecanduan menonton film porno memiliki banyak dampak negatif.

Menurut dia, biasanya orang yang kecanduan menonton film porno bermula dari keisengan membuka situs porno.

Baca juga: Terungkap, Video Porno Kebaya Merah Dibikin Karena Pesanan Seseorang di Twitter

"Ketika seseorang anak-anak, remaja, atau dewasa, pada awalnya iseng membuka situs porno sebanyak satu dua kali, lama-lama akan ketagihan," kata Hening Minggu (29/9/2019).

Adiksi film porno juga berpengaruh pada sistem saraf. Lebih lanjut, Hening mengungkapkan, kecanduan yang menyebabkan terus menerus menonton film porno akan berpengaruh pada sistem saraf di otaknya.

Selain itu, terlalu banyak melihat situs porno berdampak buruk terhadap masalah interaksi sosial di masyarakat.

"Kebanyakan melihat situs porno cenderung menurunkan kreativitas pemikiran, menurunkan keinginan untuk aktivitas di luar ruangan serta berinteraksi dengan lingkungan sosialnya," kata Hening.

Menurut dia, ada dampak buruk bagi anak-anak dan remaja yang sering menonton film porno. Bahkan bisa meningkatkan risiko pelecehan seksual anak usia dini.

"Bila terjadi pada anak-anak dan remaja, akan meningkatkan pelecehan seksual pada anak usia dini," lanjut dia.

"Selain itu, mereka bisa melakukan perbuatan tidak terpuji kepada teman sepermainannya atau malah menimbulkan pemerkosaan di kalangan pelajar atau malah melakukan hubungan seks pranikah. Ini sangat merugikan sekali," papar Hening.

Jika hal ini terjadi, akan terjadi efek domino terhadap si anak, baik secara psikologis maupun sosial.

Hening mengingatkan, kecanduan menonton film porno dapat menimbulkan stres yang berakhir depresi. Bagi orang dewasa, adiksi film porno bisa meningkatkan rasa malas, tidak kreatif, dan tidak memiliki semangat hidup.

"Dan bila terjadi pada orang dewasa, berdampak juga pada sistem saraf otaknya dalam berpikir, meningkatkan rasa malas, cenderung tidak kreatif, dan tidak memiliki semangat hidup," kata
Hening.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved