Literasi

Punya Misi Lahirkan Para Penulis Hebat, Duta Baca Indonesia Lakukan Safari Literasi

Dukungan anggaran saat ini dianggap belum memadai sehingga kurang signifikan beranjak dari disparitas 1 buku ditunggui 90 penduduk.

Editor: Feryanto Hadi
ist
Talk show 'Membaca itu sehat, Menulis itu hebat', Selasa, (8/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Indonesia sejatinya dikaruniai banyak penulis yang berpotensial, namun minimnya dukungan anggaran keberpihakan kepada kegiatan kepenulisan mengakibatkan masyarakat masih dalam kondisi kekurangan bahan bacaan.

Duta Baca Indonesia, Gol A Gong menyebut, menulis bukan pekerjaan mudah.

Namun, pekerjaan yang harus terus diasah terus-menerus dan pastinya butuh kesabaran

"Menulis bukan pekerjaan melamun. Perlu riset agar tulisan berkualitas. Bisa karena terbiasa. Mulailah dari tulisan yang sederhana, seperti kisah inspiratif dari orang sekitar," ujar Duta Baca Indonesia, Gol A Gong mengawali talk show 'Membaca itu sehat, Menulis itu hebat', Selasa, (8/11/2022).

Hanya saja, kata Gola Gong, dukungan anggaran saat ini juga belum memadai sehingga kurang signifikan beranjak dari disparitas 1 buku ditunggui 90 penduduk.

Baca juga: Najwa Shibab Digantikan Gol A Gong Sebagai Duta Baca Indonesia 2021

"Duta Baca Indonesia sampai kini terus berkolaborasi dengan mitra Forum Lingkar Pena (FLP), Forum TBM, GPMB, dan IPI, agar kesenjangan rasio buku dengan penduduk berkurang, " tambah Gong.

Kehadiran Gol A Gong di Sulteng disambut antusias oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

Mereka bahkan telah jauh-jauh hari mengadakan kegiatan Festival Literasi yang menghadirkan 28 ragam perlombaan minat baca dan literasi dengan 270 pemenang.

"Kalau tidak berinovasi, perpustakaan akan ditinggal," ungkap Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulteng I Nyoman Sriadijaya.

Tidak hanya pengembangan budaya baca yang menjadi perhatian penting Perpustakaan Nasional, program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial (TPBIS) turut menjadi prioritas.

Baca juga: Kemenkominfo Targetkan Puluhan Ribu ASN di Lingkungan Kemenkes dalam Kegiatan Literasi Digital

"Selain upaya mencerdaskan bangsa sesuai amanah UU lewat perpustakaan, ikhtiar memajukan kesejahteraan umum bisa diwujudkan melalui program TPBIS tersebut," ujar Pustakawan Utama Perpusnas Dedi Junaedi.

Masyarakat Sulteng secara umum bisa dikatakan bisa membaca. Namun, jika apakah senang membaca, beda lagi parameter ukurannya.

Duta Baca Sulteng Asrianti mengakui kalau dulu dirinya kurang senang dengan membaca. Namun, satu pengalaman yang menginspirasi telah mengubah cara pandangnya.

Baca juga: Terinspirasi Sang Ayah, Ilham Habibie Luncurkan Buku Tentang Kebangkitan Industri Dirgantara 

"Apa yang kita baca akan lebih bermanfaat ketika diaplikasikan dalam tulisan atau karya seni, pungkas Asrianti

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved