Kesehatan

APVI Sebut Vape jadi Penyebab Popcorn Lung Tidak Relevan

Sekjen APVI Garindra Kartasasmita mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus popcorn lung di dalam negeri. 

Freepik.com
Kandungan nikotin pada rokok elektrik atau vape diklaim lebih rendah dibanding rokok konvesional 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Belakangan ini beredar informasi bahwa vape menjadi penyebab popcorn lung  atau paru-paru popcorn.

Popcorn lung atau bronchiolitis obliterans adalah penyakit yang terjadi ketika bronkiolus menjadi luka dan menyempit, sehingga paru-paru akan lebih sulit untuk mendapatkan udara yang dibutuhkan. Popcorn lung juga akan menimbulkan gejala seperti batuk dan nafas pendek.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) Garindra Kartasasmita mengatakan hingga saat ini belum ditemukan kasus popcorn lung di dalam negeri. 

Baca juga: Slank Tampil Begitu Enerjik di Panggung Vape Fair 2022, Penonton Semangat Iringi Kaka Bernyanyi

“Cancer Research UK sudah mengatakan bahwa belum ada kasus popcorn lung yang diakibatkan oleh penggunaan vape," kata Garindra dalam siaran persnya, Selasa (8/11/2022).

Ia menjelaskan ara produsen di Indonesia pun saat ini tidak menggunakan diacetyl, karena diacetyl sudah dilarang di berbagai negara.

"Sehingga bahan perasa yang kami gunakan tidak mengandung diacetyl," ujar Garindra Kartasasmita.

Baca juga: Sama Bahayanya Seperti Rokok Konvensional, Nikotin Pada Vape Juga Beresiko Memicu Kanker Paru

Menurut Garindra, asosiasinya berkomitmen agar tetap menggunakan bahan baku standar yang aman digunakan.

Ia menyamakan kondisinya seperti industri makanan dan minuman, bahwa akan terus menyesuaikan dengan harga bahan baku vape yang semakin tinggi.

Dalam laman resminya, Cancer Research UK membantah bila rokok elektrik dapat menyebabkan popcorn lung. Organisasi tersebut merekomendasikan rokok elektrik sebagai alat untuk berhenti merokok.

Baca juga: Slank Kenalkan Liquid Vape Fullmoon Sambil Nyanyikan 10 Lagu Didepan Slankers, Obat Kangen Manggung?

Lembaga tersebut menilai, menggunakan rokok elektrik memiliki efek yang lebih rendah risiko dibandingkan tetap terus mengonsumsi rokok biasa.

Jika digunakan dengan benar, rokok elektrik justru mampu menurunkan risiko jika dibandingkan dengan produk konvensional.

Bahkan, katanya baru-baru ini pemerintah kota London Selatan, Lambeth Council, mengeluarkan kebijakan untuk menyuplai vape gratis kepada ibu hamil perokok guna mencegah risiko pada ibu dan janin selama masa kehamilan hingga setelah bayi lahir.

Dikutip dari The Independent, otoritas Lambeth mengatakan, hal yang terbaik bagi ibu hamil adalah berhenti merokok sepenuhnya. Akan tetapi karena adanya faktor ketergantungan, mereka berharap rokok elektrik dapat membantu para pengguna, utamanya ibu hamil, untuk berhenti secara perlahan. 

Perlunya Riset

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved