KDRT

Suami Tikam Istri di Depok Diawali Persoalan Anak, Dedeh Berharap Suaminya Segera Ditangkap

Suami tikam istri di Depok sudah pisah ranjang namun mereka belum resmi bercerai

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Hironimus Rama
Dedeh Yuningsih (berbaring), korban penikaman senjata tajam yang diduga dilakukan suaminya di Bedahan, Sawangan, Kota Depok pada Jumat (4/11/2022). 

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com Hironimus Rama

WARTAKOTALIVE.COM, SAWANGAN - Kasus suami yang menikam istrinya dengan senjata tajam pada Jumat (4/11/2022) di Jalan Saenan, Bedahan, Kecamatan Sawangan, menggegerkan warga Kota Depok.

Pria yang diduga berinisial F atau biasa dipanggil Badik (29) ini menikam istrinya Dedeh Yuningsih karena masalah hak asuh anak.

Hal itu diungkapkan oleh Dedeh kepada Wartakotalive.com di rumahnya di Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Senin (7/11/2022).

"Setelah menabrak motor saya, dia menolong saya dengan kasar. Dia bilang dia tidak senang anaknya diambil sama saya. Saat itu saya tahu dia suami saya," kata Dedeh.

Menurut Dedeh, dia dan suaminya sudah hampir satu tahun pisah ranjang.

Baca juga: Terungkap Motif Suami di Depok Jotosi Istri di Depan Tetangga, Ternyata Masalah Utang Bank

Dedeh Yuningsih (27), korban penusukan dengan senjata tajam oleh suaminya sendiri di Bedahan, Sawangan, Depok, pada Jumat (4/11/2022) lalu, saat ditemui Wartakotalive.com, Senin (7/11/2022).
Dedeh Yuningsih (27), korban penusukan dengan senjata tajam oleh suaminya sendiri di Bedahan, Sawangan, Depok, pada Jumat (4/11/2022) lalu, saat ditemui Wartakotalive.com, Senin (7/11/2022). (Warta Kota/ Hironimus Rama)

"Sejak Januari 2022 kita pisah ranjang. Saya di rumah orang tua di Bedahan, sementara dia di rumah orang tuanya di Pasir Putih," ujarnya.

Selama ini anak laki-laki semata wayang mereka yang berusia 4,5 tahun tinggal bersama F di Pasir Putih.

Meskipun demikian, Dedeh dan F belum resmi cerai, baik secara agama maupun hukum.

"Saya mau ajukan gugatan cerai ke pengadilan agama, tetapi berkas-berkas seperti KTP, KK, dan Buku Nikah ditahan sama dia. Soalnya dia masih ingin balikan," papar Dedeh.

Menurut Dedeh, masalah anak rupanya membuat suaminya kesal dan emosi.

"Selama empat bulan terakhir, saya tidak boleh menemui anak. Hari Kamis (3/11/2022) sore, saya jemput anak ke rumahnya," ungkapnya.

Baru beberapa jam bersama ibunya, pada Jumat (4/11/2022) pagi F meminta agar anak diantarkan kembali ke rumahnya.

"Mertua saya ingin jemput balik anak kami ke rumah orang tua saya. Sebelum anak dijemput, terjadi peristiwa penusukan itu," tuturnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved