Sejak 2013, Total Sudah 79 Pasar Tradisional di Jawa Tengah Direvitalisasi

"Ya seneng banget pasarnya dibangun, pasti nanti jauh lebih nyaman buat dagang," kata Warsih.

Editor: Ahmad Sabran
HO
Ganjar Pranowo meninjau revitalisasi Pasar Bawang Sengon di Kabupaten Brebes 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Warsih (60), tak bisa menutupi rasa bahagianya.

Pasar kumuh tempat ia mengadu nasib sehari-hari kini telah dirobohkan dan mulai dibangun jauh lebih baik.

Pasar Bawang Sengon namanya. Terletak di Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.

Pasar yang biasa digunakan Warsih dan puluhan pedagang berjualan bawang itu mendapatkan bantuan keuangan dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo senilai Rp 3 miliar.

Pasar itu telah direvitalisasi dan rencananya selesai Desember 2022.

"Ya seneng banget pasarnya dibangun, pasti nanti jauh lebih nyaman buat dagang," kata Warsih.

Pasar Bawang Sengon adalah salah satu dari 79 pasar tradisional yang direvitalisasi Pemprov Jateng di bawah pemerintahan Gubernur Ganjar Pranowo.

Total 79 pasar tersebut diperbaiki sejak tahun 2013, dengan anggaran Rp360 miliar yang digelontorkan.

Baca juga: Momen Bahagia Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Dipeluk Tiba-tiba oleh Penyandang Disabilitas

Menurut Ganjar, bantuan pembangunan dan revitalisasi itu muncul dari aspirasi yang diserap saat pertemuan rutin yang dilakukan Ganjar dengan kepala daerah dan masyarakat dalam musyawarah desa (musdes) dan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

"Setiap musdes dan musrenbang, selalu muncul usulan untuk pembangunan semacam pasar desa, termasuk kantor desa. Pelan-pelan kita coba bantu satu per satu," ujar Ganjar, ditemui usai mengikuti Tour de Borobudur di Kompleks Candi Borobudur, Magelang, Minggu (6/11/2022).

Ganjar menjelaskan, untuk melindungi pedagang pasar dari harga sewa kios pasar yang tinggi, maka pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional harus dilakukan oleh pemerintah, bukan investor ataupun pihak swasta.

Hal itu, kata Ganjar juga untuk menghindari gesekan antara pedagang pasar yang kerap saling rebut-rebutan kios jika harga sewanya ditentukan oleh investor.

Baca juga: Ganjar Pranowo Berhasil Finish di Ajang Gowes Tour de Borobudur, Ngaku Jadi Anggota Tim Mawar

"Khusus untuk pasar desa memang negara dan pemerintah harus terlibat. Kitalah yang harus membangun, karena kalo investor nanti orang berebut kios dan harganya ditentukan investor. Maka pasar-pasar apakah itu di desa, di level kabupaten kota memang lebih baik itu pemerintah yang mendorong," jelas Ganjar.

Untuk pembangunan dan revitalisasi pasar tradisional, Ganjar menyebutkan tak pernah menargetkan jumlahnya. Jika suatu daerah mengajukan revitalisasi pasar tradisional, Ganjar langsung menginstruksikan jajarannya untuk merealisasikan anggaran.

"Kalau kita sifatnya bantuan, maka tentu menunggu usulan dari kabupaten kota masing-masing, itulah yang kita bicarakan dengan DPRD. Kalo setiap kabupaten kota sudah cukup dan mampu, kita serahkan ke mereka. Kalo ngga, baru kita yang turun sehingga targetnya sesuai usulan," kata Ganjar.

Sebagai informasi, dari 35 kabupaten dan kota se-Jawa Tengah, daerah yang paling banyak direvitalisasi pasar tradisionalnya yakni Kabupaten Wonosobo (11 pasar), Kabupaten Kudus (8 pasar) dan Kabupaten Blora (7 pasar).

 

Artikel ini telah tayang di Tribunmuria.com dengan judul Cek Revitalisasi Pasar Bawang Sengon, Ganjar: Kualitas Harus Bagus Buat Rakyat

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved