Berita DPRD Kota Bogor

Komisi IV DPRD Kota Bogor Inginkan Sekolah Satu Atap Kencana Tanah Sareal Terima Siswa di Tahun 2024

Inginkan Sekolah Satu Atap Kencana, Tanah Sareal terima siswa baru di tahun 2024. Hal itu disampaikan Komisi IV DPRD Kota Bogor.

Penulis: Dodi Hasanuddin | Editor: Dodi Hasanuddin
Humas DPRD Kota Bogor
Komisi IV DPRD Kota Bogor Inginkan Sekolah Satu Atap Kencana Tanah Sareal Terima Siswa di Tahun 2024 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Komisi IV DPRD Kota Bogor inginkan Sekolah Satu Atap Kencana, Tanah Sareal terima siswa baru di tahun 2024.

Komisi IV DPRD Kota Bogor soroti pembangunan sekolah satu atap (Satap) SD dan SMP di Kelurahan Kencana, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.

Hal tersebut menjadi perhatian Komisi IV DPRD, karena menargetkan pada tahun 2024, sekolah tersebut sudah dapat menerima siswa baru.

Baca juga: Komisi I DPRD Kota Bogor Menentang Soal Swastanisasi Taman Manunggal Menteng Bogor

Ketua Komisi IV DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar memimpin inspeksi mendadak ke Satap tersebut.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor juga turut hadir. Mereka adalah Jatirin, Eny Indari, Siti Maesaroh, Rifki Alaydrus, Murtadlo dan Dody Hikmawan.

Sidak tersebut dilakukan pada akhir Oktober 2022 atau tepatnya Senin (31/10/2022).

Dalam sidak ini, rombongan legislatif berkeliling gedung yang sudah dibangun sejak tahun 2020 dan memakan anggaran mencapai kurang lebih Rp25 miliar ini.

Karnain Asyhar mengatakan, maksud kedatangan para wakil rakyat ini untuk melihat langsung proses pengerjaan dan memonitoring update berkaitan dengan progres pembangunan yang ada.

Sebab, ia ingin memastikan di 2024 nanti, Satap di Kelurahan Kencana sudah bisa menggelar proses penerimaan peserta didik baru (PPDB).

“Kita tujuannya memastikan kesiapan untuk proses PPDB di tahun 2024 karena mengingat di tahun 2023 Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor masih meminta anggaran untuk pembangunan senilai Rp7,7 miliar,” ujar Karnain, Senin akhir Oktober lalu.

Meski kembali meminta anggaran sebesar RP7,7 miliar, Karnain menerangkan anggaran tersebut belum termasuk pengadaan mebeler.

Sehingga ia berharap di 2023 nanti, bisa dimaksimalkan pengerjaan fisik di awal tahun, agar di Perubahan APBD 2023, anggaran pengadaan mebeler bisa digelontorkan.

“Kami agak khawatir pada saat tahun 2024, masuk dalam tahun ajaran baru di sekolah SD dan SMP Satu Atap ini belum bisa mengikuti proses PPBD sehingga nanti akan kosong satu angkatan atau satu tahun,” kata Karnain.

Baca juga: Ketua Komisi I DPRD Kota Bogor Datangi Lokasi Bencana di Stadion Pajajaran, Kesal Penanganan Lambat

Di lokasi yang sama, Said Muhamad Mohan, mengatakan setelah dilaksanakannya sidak, Komisi IV DPRD Kota Bogor akan segera menggelar rapat kerja dengan DInas Pendidikan (Disdik), agar proses pengadaan mebeler, perizinan hingga tenaga pengajar bisa segera disiapkan.

“Kami akan berdiskusi dengan Disdik supaya proses pengadaan mebeler dan kesiapan lainnya seperti perizinan hingga tenaga pengajar, termasuk SDM pendukung agar kami dapat memastikan di tahun 2024 sekolah tersebut sudah siap untuk melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sehingga bisa menerima satu angkatan baru di tahun 2024,” tegas Mohan.

Selain itu, Mohan juga meminta komitmen serius dari Disdik untuk segera menyelesaikan pengerjaan Satap di Kelurahan Kencana ini. Sebab, target pembangunan unit sekolah baru di Kota Bogor masih harus dikejar, sesuai dengan hasil kajian yang sudah dilakukan oleh Bappeda.

Mohan menerangkan, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor, minimalnya harus ada 30 unit SMP Negeri di Kota Bogor.

Hal ini guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan jumlah eksisting bangunan yang saat ini baru diangka 20, ditambah satu unit Satap yang tengah dibangun, tentu jumlah sekolah negeri masih jauh dari kata cukup.

“Ini juga tadi sudah saya sampaikan di badan anggaran agar menjadi satu catatan poin penitng karena sudah teramanahkan di RPJMD itu harus di bangun kembali minimal 1 sekolah, sedangkan kalau melihat hasil kajian itu kan idelanya ada 30 SMP negeri di Kota Bogor, makanya kita mau tambahkan lagi 1 lagi agar bisa menjadi minimalnya 22 unit,” paparnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved