Kesehatan

Orang yang Belum Pernah Terkena Covid-19 Rentan Terpapar Varian XBB dan XBC, Ini Gejalanya

Orang yang belum pernah terkena Covid-19 rentan terpapar virus Covid-19 varian XBB dan XBC.

Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr Erlina Burhan, SpP(K) menjelaskan terkait gejala dari virus Covid-19 varian XBB dan XBC saat konferensi pers virtual, Kamis (3/11/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dunia kembali di gegerkan dengan munculnya varian baru dari virus Covid-19, yakni varian XBB dan XBC.

Varian XBB pertama kali ditemukan pada bulan Agustus 2022 di India. Sementara varian XBC pertama kali ditemukan di Inggris.

Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sekaligus spesialis paru RS Persahabatan dr. Erlina Burhan, SpP(K) menyebutkan, bahwa XBB merupakan sub turunan dari Omicron. Sedangkan XBC merupakan sub turunan dari Delta dan Omicron.

“XBB adalah sub turunan dari Omicron jadi mutasi ini menimbulkan varian baru. Sedangkan XBC ini sub turunan dari Delta dan Omicron dan virus ini sudah menyebar ke negara Filipina,” ungkap Erlina saat konferensi pers virtual, Kamis (3/11/2022).

Gejala

Erlina kembali menyebutkan, sejauh ini gejala pada pasien Covid-19 varian XBB dan XBC mirip dengan varian virus corona lainnya.

"Hingga saat ini gejala dari XBB dan XBC mirip gejalanya dengan Covid Omicron secara umum. Ada demam, batuk, lemas, sesak, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, pilek, mual, muntah, diare," ucapnya.

Hanya saja, lanjut Erlina, belum ada  laporan ilmiah resmi yang menyatakan XBB dan XBC menyebabkan Covid-19 dengan gejala yang lebih berat.

“Meskipun belum ada laporan bukti ilmiah resmi, mengingat XBC merupakan kombinasi varian Delta, maka kemungkinan pasien Covid-19 subvarian Omicron XBC juga mengalami gejala berupa anosmia yang merupakan gejala khas varian Delta,” sebutnya.

Orang belum pernah kena Covid-19 beresiko terpapar varian XBB

Erlina juga mengatakan, orang yang belum pernah terpapar Covid-19 lebih berisiko tertular varian XBB.
Hal ini merujuk pada temuan di Singapura, dimana pasien Covid-19 varian XBB di Singapura kebanyakan belum pernah menderita Covid-19.

"Di Singapura, infeksi Covid-19 ini didominasi pasien yang belum pernah terinfeksi Covid-19 sebelumnya atau disebut covid naive. Orang yang tidak pernah Covid, hati-hati risiko menderita Covid XBB ini lebih tinggi," ujarnya.

Erlina juga menjelaskan soal penanganan XBB gejala ringan. Menurutnya, jika gejala ringan ini ada pada orang yang staminanya bagus, maka konsumsi vitamin dan obat-obat pereda gejala disertai isolasi mandiri dinilai cukup.

“Itu bisa walaupun dari buku pedoman yang kami keluarkan kalau bergejala sebaiknya mendapatkan antivirus juga,” ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved