Polisi Tembak Polisi
Ayah Brigadir J Hanya Dapat Kabar dari Polisi Kematian Putranya Aib
Terima jenazah putranya, Samuel Hutabarat sempat bingung kenapa anaknya meninggal dunia.
Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Terima jenazah putranya, Samuel Hutabarat sempat bingung kenapa anaknya meninggal dunia.
Samuel Hutabarat hanya mendapat keterangan dari perwakilan polisi bahwa kasus tersebut merupakan aib.
Hal itu diceritakan Samuel Hutabarat saat menjadi saksi di persidangan pembunuhan Brigadir J pada Selasa (1/11/2022) seperti dikutip Kompas Tv.
Samuel Hutabarat mengatakan bahwa pada Sabtu (8/10/2022) ia mendapatkan kabar dari anaknya yang lain yang juga menjadi anggota kepolisian bahwa kakaknya Brigadir J telah meninggal dunia.
Saat itu, adik Brigadir J, Mahareza Rizky Hutabarat mengaku tidak tahu penyebab kematian abangnya. Ia pun berjanji kepada ayahnya akan mencari tahu penyebab kematian abangnya.
Mendengar penjelasan putranya, orang tua Brigadir J sempat bingung kenapa anaknya tiba-tiba meninggal padahal mereka tahu putranya dalam keadaan sehat di Jakarta.
Sampai akhirnya orang tua Brigadir J mendapatkan kabar lagi dari Mahareza Rizky Hutabarat bahwa telah terjadi tembak menembak.
Namun, Samuel tidak tahu persis dengan siapa tembak menembak tersebut dan di mana kejadian tembak menembak.
Sampai akhirnya, keesokan harinya, keluarga Brigadir J menerima jenazah putranya.
Saat itu, jenazah diantarkan oleh satu orang perwakilan dari kepolisian bernama Kombes Leonardo Simatupang.
Ketika menerima peti jenazah putranya, Samuel Hutabarat masih belum dijelaskan kronologi peristiwa kematian Brigadir J.
Samuel Hutabarat pun terus mendesak Kombes Lenardo Simatupang untuk menjelaskan penyebab kematian putranya.
Namun, Leonardo masih enggan menjelaskan penyebab kematian putranya. Ia hanya menyebut bahwa kematian putranya merupakan aib yang hanya bisa diceritakan di keluarga inti.
Samuel Hutabarat pun memastikan di rumah tersebut semuanya merupakan keluarga inti.
Leonardo pun menceritakan bahwa setibanya Putri Candrawathi dari Magelang, seluruh keluarga Ferdy Sambo tersebut melakukan PCR dan menjalankan isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes PCR.
Kemudian, Putri Candrawathi memutuskan isolasi mandiri di rumah dinas Kompleks Polri Duren Tiga, Mampang, Jakarta Selatan.
Saat Putri Candrawathi masuk ke dalam kamar, Leonardo bercerita bahwa tiba-tiba saja Brigadir J masuk ke dalam kamar dan melecehkan majikannya itu.
Kemudian Putri Candrawathi menjerit dan suaranya didengar oleh Bharada E dari lantai 1 rumah.
Saat Bharada E bertanya apa yang terjadi, disebutkan bahwa Brigadir J langsung mengeluarkan senjata dan menembak.
Kemudian tembak menembak antaran Bharada E dan Brigadir J pun terjadi.
“Itulah yang membuat almarhum meninggal dunia, itulah pesan yang disampaikan ke kami saat itu,” ucap Samuel Hutabarat kepada jaksa penuntut umum.