Warta Bola

Alasan Ketum PSSI Putuskan KLB, Hindari Keretakan dan Tak Ingin Ribuan Orang Kehilangan Penghasilan

Muhammad Iriawan mengaku hal itu dilakukan karena tidak ingin timbul keretakan di bawah

Penulis: Abdul Majid | Editor: Feryanto Hadi
pssi.org
Ketua Umum (Ketum) PSSI Mochamad Iriawan mengungkap alasan digelar Kongres Luar Biasa 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA –  Ketua Umum PSSI, Muchamad Iriawan atau yang akrab disapa Iwan Bule akhirnya bersedia mengikuti desakan untuk melakukan Kongres Luar Biasa (KLB).

Iriawan mengaku hal itu dilakukan karena tidak ingin timbul keretakan di bawah

Ia juga ingin menghindari perpecahan.

“Selain itu, saya juga tidak ingin ratusan ribu orang yang terlibat dalam sepakbola, tersandera,” kata Iriawan Selasa (1/11/2022).

Selain pemain, pelatih, ofisial dan penonton, dalam lingkup kompetisi pergerakan keekonomian demikian dahsyat. Jika kompetisi terhenti, maka pengangguran akan bertambah.

Baca juga: Soal KLB PSSI, Menpora: Pemerintah Tidak Ikut Campur

“Terbayang betapa para tukang parkir, tukang asongan, pengemudi ojek, angkutan kota, serta tukang-tukang lainnya akan kehilangan mata pencaharian,” ujarnya.

Iwan Bule menegaskan, tidak sedikit pun dia ingin mempertahankan kedudukannya.

Karena tidak ada yang abadi. Jangankan jabatan, nyawa pun tak bisa dipertahankan. Jika waktunya telah tiba, siapa pun akan dijemput kematian.

“Sungguh ini menjadi satu pengalaman yang tak akan pernah bisa saya tanggalkan,” kata Iwan Bule.

Seperti diketahui, PSSI sendiri sudah mengirimkan surat permohonan KLB ke FIFA. Dalam surat itu disebutkan surat resmi permintaan KLB baru dua, tapi tekanan untuk KLB dari banyak pihak begitu besar.

Baca juga: Jokowi Perintahkan Pemerintah Agar Tidak Ikut Campur KLB PSSI

Disebutkan pula, tekanan untuk KLB disebabkan oleh salah satu butir keputusan tim TGIPF bentukan pemerintah.

Sementara itu, sebagai anggota FIFA, PSSI bermohon agar induk federasi sepakbola dunia itu mengizinkan terselenggaranya KLB.

Terpisah, Ketua Tim Penyusun Statuta PSSI, Dali Tahir menambahkan, keputusan itu diambil setelah rapat Exco di kantor PSSI pada Jumat (28/10/2022) malam.

Meski secara resmi hanya dua klub yang bersurat ke PSSI, yakni Persis Solo dan Persebaya, Ibul memastikan pihaknya siap melakukan KLB.

Dali Taher menambahkan bahwa model desakan seperti ini bukan yang pertama kali.

Baca juga: Momen Haru saat Viking-The Jakmania Saling Rangkul, Akbar Tak Lagi Takut Nonton Persib di Jakarta

“Ali Sadikin, dikudeta. Lalu, Nurdin Halid didemo, tidak tanggung-tanggung 11 bulan, 2010-2011. Demo yang jelas-jelas dikoordinir, ujar Dali.

“Saya tidak ingin menuding saat ini sama dengan 2010-2011. Tapi, sebagai orang tua yang selama 40 tahun berkecimpung di sepakbola dalam negeri dan luar negeri, hanya mengingatkan PSSI pernah mengalami hal seperti itu,” pungkas Dali.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved