Polisi Tembak Polisi
Daryanto, ART Ferdy Sambo Akui Bersihkan Jejak Darah Brigadir J
Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Daryanto menceritakan saat-saat penembakan terhadap Brigadir J di rumah Duren Tiga, Jaksel
Penulis: Nurmahadi | Editor: Budi Sam Law Malau
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Daryanto memberikan kesaksian soal detik-detik penembakan Brigadir J di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta Selatan, 8 Juli 2022.
Daryanto mengaku kaget ketika mendengar suara letusan senjata api dari dalam rumah. Setelah itu Daryanto mengaku berlari keluar rumah menanyakan kepada Romer, ajudan Ferdy Sambo, soal apa yang sedang terjadi.
"Ada terdengar ledakan?," tanya majelis hakim. "Ada yang mulia, lebih dari satu kali," jawab Daryanto.
"Setelah ada letusan bagaimana?," lanjut majelis hakim.
"Saya berlarian ke luar rumah, ke pinggir jalan. Saya menanyakan ke Om Romer, Om ada apa, tidak ada jawaban karena panik," ucap Daryanto menjawab pertanyaan majelis hakim.
Daryanto lalu mengaku masuk ke dalam rumah Duren Tiga, sekira pukul 20.00 WIB usai penembakan.
Baca juga: Hakim Ancam Susi, ART Putri Candrawathi: Kamu Sambil Mikir, Kalau Mikir Itu Bohong, Paham?
Ia mengatakan saat itu sudah banyak orang yang datang ke rumah di Duren Tiga.
Ketika masuk ke dalam rumah, Daryanto mengaku melihat bercak jejak darah dari jasad Brigadir J.
Menurut Daryanto, setelah jasad Brigadir J diangkat, ia membersihkan bercak darah yang berceceran di lantai tersebut.
Baca juga: Ketahuan Berdusta, Susi Cabut Keterangan Bohongnya di Sidang, Termasuk Soal Anak Bungsu Sambo
"Setelah saudara masuk apa yang anda lihat," kata majelis hakim
"Saya melihat bercak darah yang mulia, lalu saya bersihkan setelah jasad di angkat," kata Daryanto.
Sebelumnya sejumlah fakta kembali terkuak dalam sidang pembunuhan Brigadir J dengan terdakwa Bharada E di PN Jakarta Selatan, Senin (31/10/2022).
Baca juga: Bharada E dan Susi Akui Pakai Baju Merek Sama dan Seragam, Pemberian Putri Candrawathi
Diantaranya diungkapkan ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer yang mengaku diminta menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) soal kematian Brigadir J, yang sudah jadi dalam bentuk draft, walapun dirinya belum memberi keterangan dan proses tanya jawab belum dilakukan.
Romer menjelaskan, draft BAP tersebut didapat saat penyidik akan memintai keterangan kepada para ajudan Ferdy Sambo terkait tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Hal tersebut terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) menanyakan ke Adzan Romer, apakah ada arahan dari penyidik saat proses pembuatan BAP.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/ART-Ferdy-Sambo-Daryanto-memberikan-kesaksian-soal-detik-detik-penembakan-Brigadir-J.jpg)