Reshuffle Kabinet

Jokowi Diprediksi Bakal Copot Dua Menteri Asal Partai Nasdem, tapi Satu Orang Bakal Dipertahankan

Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, lanjut Ray, bakal dipertahankan Jokowi karena dua alasan.

Editor: Yaspen Martinus
Istimewa
Pendiri Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai, perbedaan jalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, bakal ditandai dengan reshuffle Kabinet Indonesia Maju. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Pendiri Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai, perbedaan jalan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, bakal ditandai dengan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.

Menurut Ray, dua dari tiga menteri dari partai NasDem akan diganti.

"Perbedaan Jokowi dengan Surya Paloh akan ditandai dengan reshuffle."

"Siapa yang bakal di-reshuffle? Saya menduga dua dari tiga menteri kabinet Jokowi dari Nasdem akan diganti," kata Ray dalam diskusi PARA Syndicate bertajuk PDIP vs Nasdem: Ojo Dibandingke? Di Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).

Menurut Ray, menteri yang akan diganti adalah Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate, dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

"Pertama, Menteri Kominfo, dan Menteri pertanian."

Baca juga: Dilantik Jokowi Jadi Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak: Keadilan Restoratif di Kasus Korupsi Cuma Opini

"Ini dia menteri yang menurut saya akan kena reshuffle di kabinet menteri Jokowi. Hal itu dilakukan karena alasan politik dan kinerja keduanya," ulas Ray.

Sedangkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, lanjut Ray, bakal dipertahankan Jokowi karena dua alasan.

"Pertama, betapun ada perbedaan yang tidak disukai, Jokowi akan tetap menahan Nasdem di kabinet."

Baca juga: Ditahan di Perkara Penistaan Agama, Bambang Tri Cabut Gugatan Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

"Jadi tidak akan betul-betul dibuat satu grup oposisi (PKS, Demokrat) 'ekornya' akan tetap ditahan melalui Siti Nurbaya," urainya.

Alasan kedua, menurut Ray, karena kinerja Siti Nurbaya yang dinilai banyak orang cukup bagus.

"Yang kedua, kinerja Siti Nurbaya juga cukup bagus dan diapresiasi banyak orang."

"Jadi ada alasan politik agar Nasdem tidak kencang di luar terhadap Jokowi, dan ada alasan profesional melalui Menteri LHKI," tuturnya. (Rahmat W Nugraha)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved