Gangguan Ginjal Akut

Arief Wismansyah Panik Hadapi Gangguan Ginjal Akut, Siapkan Lima Rumah Sakit untuk Mencegah Kematian

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengerahkan lima rumah sakit untuk mencegah bertambahnya angka kematian akibat ganguan ginjal akut.

Penulis: Gilbert Sem Sandro | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengerahkan lima rumah sakit besar di wilayah kerjanya untuk menangani pasie ganggua ginjal akut secara maksimal, guna meredam angka kematian dari penyakit ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang menemukan enam pasien terkonfirmasi positif gangguan ginjal akut (GGA) pada anak.

Dari enam pasien GGA tersebut, empat diantaranya dilaporkan meninggal dunia.

Sedangkan satu pasien telah sembuh dan satu pasien lainnya masih menjalani perawatan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Tangerang menerapkan beberapa tindakan untuk menangani kasus gangguan ginjal akut pada anak tersebut. 

Hal itu dilakukan, guna menghindari bertambahnya jumlah pasien gangguan ginjal akut yang menyerang anak berusia di bawah lima tahun tersebut.

Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah mengatakan, langkah pertama penanganan kasus GGA yakni memerintahkan sampai tingkat kelurahan dan kecamatan agar memastikan peredaran obat sirup tidak ada di masyarakat sampai ke lini paling bawah.

Lurah dan camat diminta untuk melakukan pengetatan pengawasan terhadap apotek, toko obat, klinik maupun rumah sakit di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Sejak Kemenkes Larang Sementara Obat Sirop, Cuma Ada Tambahan Tiga Kasus Gangguan Ginjal Akut

Pengawasan itu berupa larangan atau anjuran untuk tidak menjual atau meresepkan obat sirup yang mengandung zat-zat berbahaya bagi anak sebagaimana anjuran dari Kementerian Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI.

"Koordinasikan dengan fasilitas kesehatan seperti Apotek, Toko Obat, Klinik, Rumah Sakit yang ada di wilayah," ujar Arief Wismansyah, Jumat (28/10/2022).

"Ada 156 produk obat yang dipastikan tidak menggunakan Propilen Glikol, sosialisasikan kepada mereka dan masyarakat," sambungnya.

Baca juga: Kapolrestro Tangerang Kota Minta Apotek Segera Kembalikan Lima Jenis Obat Sirup ke Distributor

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, dr Dini Anggraeni menambahkan, pihaknya telah menyampaikan surat edaran terbaru Kemenkes dan BPOM terkait beberapa jenis obat sirup yang telah dinyatakan aman dari bahan berbahaya itu.

"Teman-teman Puskesmas langsung mulai turun ke apotek dan toko obat untuk memastikan hanya menjual obat-obatan yang dinyatakan aman," lanjut Dini.

Tindakan lain yang dilakukan untuk menangani kasus ini yaitu dengan mempersiapkan rumah sakit khusus yang mampu memberikan pelayanan sesuai dengan kompetensinya terkait gangguan ginjal akut.

Ilustrasi - Kini stok obat sirup di apotek menumpuk, buntut dari dilarangnya penjualan jenis obat itu epada masyarakt, karena bisa memicu gangguan ginjal akut.
Ilustrasi - Kini stok obat sirup di apotek menumpuk, buntut dari dilarangnya penjualan jenis obat itu epada masyarakt, karena bisa memicu gangguan ginjal akut. (tribunnews.com)

Beberapa rumah sakit yang dipersiapkan yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang, RSUP Sitanala, RS EMC, RS Sari Asih Karawaci dan RS Primaya.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved