Sumpah Pemuda

Biola WR Supratman Saksi Sejarah Sumpah Pemuda, Ditawar Rp25 Miliar oleh Kolektor

Biola WR Supratman menjadi saksi bisu lahirnya momen Sumpah Pemuda yang merubah arah perjuangan dari kedaerahan menjadi bersifat nasional

Warta Kota/ Budi Sam Law Malau
Replika Biola WR Supratman dipajang di Museum Sumpah Pemuda. Biola aslinya disimpan secara khusus demi keamanan dan pernah ditawar Rp25 Miliar oleh kolektor yang janji merawatnya secara istimewa. Biola ini menjadi saksi sejarah lahirnya Sumpah Pemuda dan pertama kali melantunkan lagu Indonesia Raya pada 28 Oktober 1928 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Biola WR Supratman adalah biola milik Wage Rudolf Soepratman yang menjadi saksi bisu momen Sumpah Pemuda saat pertama kali dibacakan pada 28 Oktober 1928 di sebuah rumah di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Jakarta Pusat, yang kini menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Lagu Indonesia Raya karya WR Soepratman diperdengarkan untuk pertama kali pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928 di rumah tersebut yang menjadi momen lahirnya Sumpah Pemuda.

Lagu tersebut diperdengarkan dengan biola WR Supratman secara instrumental di depan kongres tanpa syair, seiring lahirnya Sumpah Pemuda. Lantunan lagu Indonesia Raya dengan biola WR Supratman tanpa nyanyian itu, dilakukan untuk menghindari tuduhan aparat Pemerintah Hindia Belanda di masa tersebut.

Supaya yang dilakukan para pemuda saat itu bukanlah dianggap sebuah gerakan pemberontakan atau politis.

Selang 17 tahun kemudian, Indonesia merdeka dan lagu Indonesia Raya menjadi lagu kebangsan. Besok, usia Sumpah Pemuda sudah genap 95 tahun.

Rumah dimana kongres pemuda digelar dan lahirnya Sumpah Pemuda kini menjadi Museum Sumpah Pemuda.

Replika Biola WR Supratman dipajang di Museum Sumpah Pemuda 8383773
Replika Biola WR Supratman dipajang di Museum Sumpah Pemuda. Biola aslinya disimpan secara khusus demi keamanan dan pernah ditawar Rp25 Miliar oleh kolektor yang janji merawatnya secara istimewa. Biola ini menjadi saksi sejarah lahirnya Sumpah Pemuda dan pertama kali melantunkan lagu Indonesia Raya pada 28 Oktober 1928

Baca juga: Sumpah Pemuda dan Gotong Royong

Biola WR Supratman juga bisa dilihat di Museum Sumpah Pemuda. Biola ini seakan menjadi ikon museum tersebut.

Namun biola yang dipajang di sana adalah replika, sementara biola asli disimpan secara khusus demi keamanan.

"Biola WR Supratman yang dipajang adalah replika. Yang asli kami simpan demi keamanan. Biola yang asli pernah ditawar kolektor Rp25 Miliar beberapa tahun lalu," kata Riska, pemandu Museum Sumpah Pemuda saat Wartakotalive.com berkunjung ke sana beberapa waktu lalu.

Meski ditawar dengan harga fantastis Rp25 Miliar, namun pemerintah kata Riska tidak akan menjualnya. Sebab nilai sejarah biola WR Supratman untuk lahirnya bangsa Indonesia sangat tinggi dan mahal sehingga tidak bisa dinilai dengan uang.

Kondisi biola asli, kata Riska juga sangat baik dan masih bisa dimainkan. "Karena biolanya kuat menggunakan kayu khusus dan dirawat secara khusus dan berkala," katanya.

Biola Wage Rudolf Supratman dibuat oleh Nicolaus Amatus Fecit, seorang seniman pengrajin biola di Cremona, Italia pada tahun 1600-an.

Biola ini terbuat dari beberapa jenis kayu yang berbeda untuk setip bagian biola.

Baca juga: Sambut Sumpah Pemuda, Kemenpora Gelar Turnamen Futsal dan Bulu Tangkis Antarkampus

Yakni kayu Cyprus (Peronema canescens) untuk membentuk bagian depan biola.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved