WNI di Qatar Bikin Diskusi Tentang Cara Mengurangi Risiko Demensia
WNI di Qatar membuat talkshow "Journey of Caring" yang membahas seputar demensia dan Alzheimer.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setiap tiga detik, ada satu orang di dunia yang mengalami demensia.
Demikian hasil studi Alzheimer's Disease International yang dipaparkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Doha, Ridwan Hassan.
Hal itu disampaikan Ridwan dalam acara talkshow "Journey of Caring" di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha, 7 Oktober 2022 lalu.
Acara tersebut diselenggarakan Alzehimer Indonesia Chapter Doha-Qatar (Alzi Doha) dalam rangka memperingati Hari Alzheimer Dunia yang diperingati setiap 21 September.
Acara yang dipandu Ketua Alzi Doha Dr Ken Lestariyani Sulis ini juga menampilkan sesi "Senam Otak" bersama sebagai bentuk stimulasi otak untuk mencegah demensia.
"Kami mengapresiasi sebesar-besarnya atas terselenggaranya acara tersebut. Kegiatan itu dihadiri oleh warga negara Indonesia (WNI) di Qatar dari berbagai profesi. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi," ujar Ridwan melalui keterangan pers.
Selain itu, Ridwan menyampaikan hasil studi dari ADI yang menyebut setiap tiga detik terdapat satu orang di dunia yang mengalami demensia.
"Di Indonesia sendiri diperkirakan ada sekitar 1,2 juta orang dengan demensia pada tahun 2016, yang akan meningkat menjadi 2 juta di 2030 dan 4 juta orang pada tahun 2050," katanya.
Sedangkan dokter Ken menuturkan keterlibatan relawan muda dari Persatuan Pelajar Indonesia di Qatar dalam acara ini merupakan kolaborasi lintas generasi yang di usung oleh Alzheimer Indonesia.
Sementara Dr Mani Chandran, konsultan senior psikiater geriatri dari Hamad Medical Corporation yang mewakili Dr. Hanadi Al Hamad (Direktur Medis Rumah Sakit Rumaillah dan Institut Rehabilitasi Qatar) menjelaskan setidaknya ada 10 cara untuk mengurangi risiko demensia.
"Beberapa di antaranya yaitu aktif secara fisik, konsumsi makanan sehat, mengurangi stres, dan stimulasi fungsi kognitif dengan mempelajari hal baru," ujar Mani Chandran.
DY Suharya, pendiri Alzheimer's Indonesia, yang turut hadir dalam acara diskusi, mengisahkan perjalanan hidupnya dalam merawat dan mendampingi keluarga dengan demensia.
"Kalau menurut saya, kalimat 'Jangan Maklum dengan Pikun' itu sangat penting disebarkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai demensia Alzheimer.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Duta-Besar-Indonesia-untuk-Doha-Ridwan-Hassan.jpg)