Berita Video
Sering Disebut Universitas Paling Murah, Rektor Unpam Jawab Begini
Dr Nurzaman menerima Tribun Tangerang untuk wawancara khusus pada Jumat (21/10/2022) malam. Berikut ini petikan wawancaranya.
Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor: Ahmad Sabran
WARTAKOTALIVE.COM, TANGSEL - Univeritas Pamulang (Unpam) di Tangerang Selatan merupakan kampus yang konsisten menjangkau semua lapisan masyarakat.
Sampai saat ini, Unpam tidak memungut uang gedung dari para mahasiswa.
Meski tak menghimpun uang gedung dari peserta didik, Unpam mampu membangun kampus megah berlantai 10 di Jalan Surya Kencana, Pamulang Barat, Kota Tangerang Selatan.
Rektor Unpam Dr E Nurzaman M.Si menjelaskan, kampus Unpam mendapat dukungan penuh dari yayasan. Hal ini membuat Unpam mampu menyiapkan sarana dan prasarana pendidikan yang ideal.
Di sela kesibukannya, Dr Nurzaman menerima Tribun Tangerang untuk wawancara khusus pada Jumat (21/10/2022) malam. Berikut ini petikan wawancaranya.
TT: Bagaimana perjalanan kampus Unpam sampai di titik sekarang?
Rektor: Unpam didirikan tahun 2001 oleh Yayasan Prima Jaya, kemudian pada tahun 2004, terjadi alih kelola oleh Yayasan Sasmita Jaya. Sejak itu Unpam berkembang pesat sampai sekarang.
Saat ini mahasiswa Unpam mencapai sekitar 82.000 dan telah berhasil meluluskan sekitar 63.000 mahasiswa, ini angka yang cukup signifikan dalam upaya membantu mencerdaskan masyarakat sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi yang sekarang menurut Badan Pusat Statistik (BPS) berada pada angka 31,19 persen.
TT: Ada berapa fakultas di Unpam
Rektor: Ada tujuh fakultas S1 dan satu fakultas pasca sarjana.
Ketujuh fakultas di Unpam adalah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Fakultas Ekonomi Bisnis, Fakultas Teknik, Fakultas MIPA, Fakultas Sastra, Fakultas Hukum, dan Fakultas Agama Islam.
TT: Unpam memberi ruang untuk disabilitas, bagaimana teknisnya?
Rektor: Kami punya program afirmasi yang merupakan bagian dari program unggulan kami. Program afirmasi memberi kesempatan mengecap pendidikan tinggi bagi kawan-kawan disabilitas kategori tuna daksa, tuna rungu, dan tuna netra
Saat ini ada 61 mahasiswa disabilitas dan kami sudah mewisuda tiga orang.
Wisudawan pertama lulusan S1 program studi teknik informatika. Alhamdulillah dapat predikat cum laude.
Kami berikan kebebasan dalam memilih program studi dan gratiskan biaya kuliahnya. Bahkan kami fasilitasi laptop untuk menunjang keberhasilan belajar mereka.
TT: Bagaimana animo mereka?
Rektor: Alhamdulillah mereka sangat semangat ketika bisa diterima di Unpam, mereka bersyukur karena tidak banyak perguruan tinggi yang bisa menerima kelompok disabilitas.
TT: Pertimbangan Unpam memberi ruang bagi rekan-rekan disabilitas?
Rektor: Pada dasarnya kami ingin memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada siapa saja, seluruh masyarakat Indonesia dalam segala lapisan, khususnya mereka yang kategori kurang beruntung secara finance secara akademik, kurang beruntung karena faktor waktu, termasuk kurang beruntung karena keterbatasan fisik.
Mereka semuanya, menurut UUD 45 pasal 31 ayat berhak memperoleh pendidikan.
Unpam ingin berkontribusi mewujudkan cita-cita negeri ini yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa
TT: Unpam terkenal kampus ramah kantong? Apa strateginya?
Rektor: Saya baru dapat istilah ramah kantong biasa kami menggunakan istilah biaya sangat terjangkau bahkan ada yang mempelesetkan unpam itu universitas paling murah.
Kalau ditanya kenapa? Itu filosofi dan visi Yayasan Sasmita Jaya yakni ingin memberikan kesempatan pendidikan tinggi kepada semua lapisan masyarakat.
Kenapa demikian? Karena kami yakin pendidikan adalah jalan terbaik untuk berinvestasi, dengan pendidikan maka orang memiliki berbagai pilihan.
Pilihan atau akses terhadap informasi, akses terhadap pilihan pekerjaan, artinya punya akses juga untuk hidup lebih sejahtera.
Semakin tinggi pendidikan seseorang maka insya Allah peluang untuk hidup sejahtera semakin tinggi.
Di mana-mana, bahkan Unesco menyatakan education for all, pendidikan untuk semua, bagi kami itu sebuah warning untuk seluruh warga dunia, utamakanlah pendidikan untuk bangsanya.
TT: Unpam punya sistem pembayaran unik, mahasiswa bisa bayar per bulan. Bagaimana teknisnya?
Rektor: Kami mempelajari secara keseluruhan kenapa banyak lulusan SMA/SMK tidak kuliah. Ternyata mereka bukan tidak ingin kuliah. Masalahnya adalah keterbatasan biaya.
Umumnya biaya yang paling berat adalah uang bangnunan atau uang gedung, mencapai puluhan juta. Oleh karena itu Unpam membebaskan biaya uang gedung dan menerapkan biaya uang kuliah atau SPP yang sangat terjangkau.
Kami tetapkan SPP Rp 1,2 juta per semester dan dapat dicicil Rp 200 ribu per bulan.
Itu sangat enteng kan? Saya yakin itu keputusan tepat memberikan biaya terjangkau dan paling terjangkau di Indonesia
TT: Karena biaya kuliah yang sangat terjangkau, Unpam dikritik Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi)
Rektor: Kami merasa tidak dikritik oleh asosiasi, bahkan kami akrab dengan Aptisi. Bagi kami kritikan adalah obat mujarab untuk maju.
Perlu diketahui juga, yang mengkritik bukan organisasi Aptisi.
Memang ada sebagian anggota masyarakat yang menilai Unpam terlalu murah.
Namun Unpam melihat dari kacamata berbeda. Bagi kami, justru kalau bisa (uang kuliah) digratiskan. Adalah hak seseorang untuk membantu orang lain dan kami ingin membantu kawan-kawan yang seharusnya kuliah biar memiliki kesempatan untuk kuliah.
TT: Bagaimana strategi Unpam untuk menyiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Rektor: Secara akademik, dari sisi kurikulum, Unpam menerapkan aturan setiap mahasiswa Unpam, program studi apapun, fakultas apapun, wajib menempuh dan lulus mata kuliah entrepreneurship supaya tertanam jiwa kewirausahaan agar ketika lulus mereka tidak hanya mencari pekerjaan tapi justu membuat usaha dan menciptakan lapangan kerja.
Strategi kedua, di bawah naungan Yayasan Sasmita Jaya, Unpam memiliki teaching industry. Di kampus ini kami memiliki sentra produksi, ada bengkel otomotif, ada produksi alat-alat pembelajaran bagi SMK, kami juga produksi cokelat dan air minum, serta ada bank BPR.
Semuanya tidak berorientasi profit, tapi justru kental muatan edukasinya.
Sebagai contoh, di BPR mahasiswa kami magang selama 4 bulan, mereka bekerja selayaknya pegawai bank mereka lalu melayani transaksi perbankan secara real dan yang dilayani sebagian besar mahasiswa Unpam
TT: Target Unpam seperti apa?
Rektor: untuk angka pendek, kami sudah mulai kembali reakreditasi. Untuk awal 2024, kami akan reakreditasi perguruan tinggi, syukur kalau bisa naik, tapi untuk sementara kami mempertahankan kondisi yang ada.
Kami ingin meningkatkan kualitas layanan untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Salah satu caranya kami mendorong para dosen, bahkan kami membiayai mereka untuk lanjutkan pendidikan ke S3 sesuai tuntutan saat ini.
Dunia cepat berkembang dan salah satu ujung tombak di perguruan tinggi adalah dosen, maka dosen pun harus belajar dan terus belajar. (IGN/RAF)