Pemilu 2024

Politisi PKS Waswas Politik Uang pada Pemilu 2024, Pendidikan Politik Harus Gencar

Politisi PKS Nur Azizah Tamhid menyoroti politik uang yang bakal marak terjadai saat Pemilu 2024, karena itu perlu ada pendidikan politik.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
pos kupang
Politisi PKS Nur Azizah Tamhid menyoroti politik uang yang kemungkinan banyak terjadi pada Pemilu 2024, karena itu dia menyarankan perlunya pendidikan politik. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Anggota Komisi VIII DPR RI, Nur Azizah Tamhid, mengaku sedikit waswas menghadapi Pemilu 2024.

Menurutnya, tanpa pendidikan politik yang memadai, politik uang bisa masif terjadi.

Karena itu, pendidikan politik sejak dini harus dilakukan agar masyarakat waspada dan paham.

Hal ini disampaikan Nur Azizah saat mengisi waktu reses dengan mengunjungi konstituen di Jatiranggon, Jatisampurna, Kota Bekasi, Selasa (25/10/2022).

Menurut Nur, pendidikan politik sangat baik untuk menjaga kondusifitas di tahun politik.

"Yang saya sampaikan dalam reses sama saja di mana kami PKS melalui visi misi, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pendidikan politik supaya masyarakat itu paham terkait politik," kata Nur Azizah Tamhid, Selasa (25/10/2022).

Menurut Nur Azizah, dengan pendidikan politik maka masyarakat pun dapat memahami, bisa berkontribusi besar terkait pilihan politik mereka.

Sehingga ke depan, diharapkan tidak ada namanya money politik.

Baca juga: Ariza Minta Bawaslu Edukasi Masyarakat Cegah Politik Uang Saat Pemilu 2024

"Makannya harapannya kedepan tidak ada lagi money politik, dalam Pilkada Pilpres maupun pilek," katanya

Selain melakukan edukasi pendidikan politik, Anggota Fraksi PKS ini pun juga menyerap beberapa aspirasi masyarakat.

Di mana aspirasi yang diserap itu akan disampaikan ke rekan-rekan anggota DPR RI maupun ketinggkat Kota baik Pemerintah Kota maupun DPRD Kota Bekasi.

"Memang tadi ada beberapa aspirasi yang memang bukan kewenangan Komisi 8 DPR RI. Namun aspirasi itu kami terima dan akan kami sampaikan ke anggota dewan maupun Pemkot Bekasi. Karena ini pertemuan resmi jadi harus ada siapkan proposal supaya ditindaklanjuti," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved