Berita Bekasi

Pengelolaan Sampah di Cabang Bungin dan Muaragembong Bekasi Masih Menjadi Tantangan

Kecamatan Cabang Bungin dan Muaragembong hingga kini belum memiliki satu pun bank sampah yang dikelola oleh masyarakat.

Penulis: Rangga Baskoro | Editor: Feryanto Hadi
Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
ILUSTRASI: Suasana hulu Sungai Citarum, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi beberapa waktu lalu. Sungai Citarum merupakan salah datu dari 10 sungai yang terindikasi tercemar limbah domestik oleh oknum masyarakat di wilayah setempat. 

Laporan wartawan wartakotalive.com, Rangga Baskoro

WARTAKOTALIVE.COM, BABELAN-- Kepala UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi Abdul Muid dua dari empat kecamatan yang dinaungi pihaknya masih perlu diedukasi terkait kepedulian mengenai masalah sampah.

Pasalnya Kecamatan Cabang Bungin dan Muaragembong hingga kini belum memiliki satu pun bank sampah yang dikelola oleh masyarakat.

Sedangkan Kecamatan Babelan telah memiliki 37 bank sampah dan Tarumajaya memiliki 2 bank sampah.

"Karena memang masyarakat di Kecamatan Cabang Bungin dan Muaragembong, tingkat kesadarannya masih rendah terkait persoalan sampah," ucap Muid saat ditemui di Kantor UPTD Pengelolaan Sampah Wilayah I Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Bekasi, Rabu (26/10/2022).

Muid mengungkapkan pelayanan pengangkutan sampah juga tidak menyentuh daerah tersebut, meski pihaknya sering kalo menawarkannya kepada mereka.

Baca juga: Kondisi Kawasan Mangrove Muaragembong Mengkhawatirkan, Hilang Hingga 93,5 Persen

Masyatakat enggan membayar iuran dikarenakan merasa mampu mengelola sampah walau dengan cara yang tidak tepat.

"Pernah kami tawarkan untuk memberikan pelayanan pengangkutan sampah kepada mereka, tapi masalahanya mereka enggak mau bayar, karena alasannya mereka bilang masih bisa buang di belakang rumah, bisa buang di kali, atau bisa dibakar," tuturnya.

Salah satu faktor yang menyebabkan hal tersebut juga karena belum banyaknya kawasan perumahan yang dikembangkan di wilayah itu.

"Di sana memang wilayahnya masih dalam tahap awal pengembangan, dalam artian masih banyak pribumi, belum banyak kluster baru, tidak seperti di Babelan atau Tarumajaya yang sudah ada perumahannya," kata Muid.

Baca juga: Resmikan TPS3R di Wanajaya Kabupaten Bekasi, Gubernur Jabar Berharap Permasalahan Sampah Teratasi

Namun demikian, pihaknya tak berhenti mengedukasi dan sosialisasi di setiap kesempatan rapat minggon maupun kegiatan lainnya.

"Kami terus sosialisasi misalnya bank sampah dikelola oleh RW, kemudian anggotanya direkrut pengurus RT. Memang harus ada juga dorongan dari masing-masing kepala desa agar masyarakat termotivasi membuat bank sampah," ujarnya. (abs)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved