Pencemaran Lingkungan

Baru Satu Tahun Dikunjungi Ridwan Kamil, Kali di Bekasi Kembali Tercemar Limbah

Baru satu tahun dikunjungi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kali Rasmi di Cikarang, Kabupaten Bekasi kembali berbusa. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Desy Selviany

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Baru satu tahun dikunjungi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Kali Rasmi di Cikarang, Kabupaten Bekasi kembali berbusa. 

Diduga Kali Rasmi kembali tercemar oleh limbah sehingga berbusa cukup tebal pada Rabu (26/10/2022). 

Video Kali Rasmi yang berbusa dibagikan akun instagram @gue_cikarang.co.id. 

Pada video yang dibagikan, terlihat Kali Rasmi dipenuhi busa yang cukup tebal. 

Padahal Kali Rasmi menjadi sumber kehidupan. Kali yang terletak di Cikarang, Kabupaten Bekasi itu menjadi sumber pengairan persawahan di Bekasi

Diduga Kali Rasmi kembali tercemar limbah lantaran oknum perusahaan kembali membuang limbah di kali tersebut. 

Padahal, pada November 2021 lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pernah meninjau kali yang sempat viral karena tercemar limbah tersebut.

“Kali yang pernah dikunjungi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil kembali berbusa diduga akibat oknum perusahaan yang membuang limbah ke kali,” tulis unggahan tersebut. 

Diketahui sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil langsung meninjau Kali Rasmi di Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

Dalam peninjauan Gubernur minta warga khsusunya anak–anak muda dilibatkan dalam tim patroli sungai untuk memantau pencemaran di Kali Rasmi,

Pelibatan warga dan tenaga muda sangat penting karena dapat membantu kerja petugas dalam memantau kesehatan sungai. Menurut Gubernur, sumber pencemaran yang sempat viral di media sosial perlu dicari tahu dari mana.

Dari pengalaman penanganan DAS Citarum, pencemaran berasal dari limbah pabrik dan limbah rumah tangga atau domestik.

“Anak-anak muda di desa akan dijadikan patroli sungai. Patrolinya mencari sumber-sumber pencemaran,” ujar Ridwan Kamil di Kali Rasmi, Selasa (9/11/2021), dikutip dari keterangan resmi Humas Jabar.

Baca juga: Korban Pencabulan Guru Suci di Cikarang Bertambah Tiga Orang, Semuanya Bapak-bapak

Gubernur meminta patroli dilakukan pada malam hari dan atau sewaktu hujan. Menurutnya dua momen inilah yang kerap dimanfaatkan para pembuang limbah agar aksinya tidak ketahuan warga sekitar sungai dan petugas.

“(Patrolinya) Jangan di siang hari, kerjanya saat hujan dan saat malam. Kenapa sarannya terdengar aneh? Karena pencemaran berdasarkan pengalaman selalu dilakukan saat hujan berharap mengalir dengan air hujan, dan berharap enggak ada yang lihat pada malam hari,” ungkap Ridwan Kamil.

Dengan pola yang sama dengan Citarum, Ridwan Kamil optimistis penanganan Kali Rasmi dapat terselesaikan dengan cepat. 

Kata Ridwan Kamil kala itu, satu bulan pertama yang perlu dilakukan adalah penguatan organisasi, termasuk membentuk tim muda patroli sungai tersebut.

“Pola Citarum akan dipakai untuk diterapkan di Kali Rasmi ini. Waktu satu bulan kita selesaikan organisasinya,” imbuhnya.

Sebelumnya Kali Rasmi menjadi viral di media sosial dan diangkat media arus utama karena fenomena busa mirip awan ketika Gubernur Ridwan Kamil menghadiri Konferensi COP26 di Glasgow, Skotlandia pada November 2021 lalu.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved