Predator Anak

KPAI Ingin Predator Anak di Ciputat Dihukum Kebiri Kimia atau Penjara Seumur Hidup

Komisioner KPAI Jasra Putra minta penegak hukum menghukum berat predator anak di Ciputat untuk efek jera.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Komissioner KPAI Jasra Putra (kanan) meminta aparat penegak hukum menghukum berat predator anak di Ciputat karena bikin resah. Ini sekaligus membrikan efek jera pada predator lainnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Komisi perlindungan anak Indonesia turut menyoroti penangkapan predator anak yang beraksi di Ciputat, Kota Tangsel, beberapa waktu lalu.

Komisioner KPAI Jasra Putra, menyebut perlu diberikan hukuman maksimal pada pelaku agar ada efek jera.

"Untuk mengatasi fenomena kekerasan seksual terhadap anak, sangat penting memberi efek jera terhadap pelaku, dan mencegah  Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 70 tahun 2020, bila menimbulkan korban lebih dari satu orang dengan persetubuhan dan pencabulan, maka pelaku dapat dihukum kebiri kimia," ucapnya baru-baru ini.

Menurut Jasra, pemerintah perlu menambah pidana pokok berupa pidana mati dan atau pidana seumur hidup, serta pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku. 

Terlebih, pelaku kerap berbuat asusila dengan berbuat cabul kepada tiga anak di Depok, dan satu kali pemerkosaan di Ciputat, Tangsel, Banten.

"Maka sangat disayangkan, apalagi korbannya lebih dari satu dan tidak terbayang nasib korban lainnya yang belum terungkap. Kami berharap kepolisian terus melakukan pengembangan kasus kejahatan seksual anak di wilayah hukum Tangerang Selatan," lanjutnya.

Baca juga: Predator Anak di Palmerah Ditangkap, Cabuli Bocah 5 Tahun Anak Tetangganya Sendiri, Begini Modusnya

Sementara itu, dari sisi korban, Jasra menjelaskan korban pelecehan dapat mengalami gangguan fisik dan psikis yang berlanjut pada kondisi jiwa. 

Di mana sang anak akan terus mengingat seumur hidupnya bahwa dia sudah menjadi korban kejahatan seksual.

"Untuk itulah dalam aturan tersebut (PP Nomor 70 tahun 2020) diatur sampai hukuman kepada pelaku dengan pidana mati, seumur hidup, bahkan penjara paling lama 20 tahun," ungkap Jasra. 

Baca juga: Waspada Predator Anak, Polsek Kembangan Sukses Ungkap Tiga Kasus Pencabulan Anak Dalam Waktu Sepekan

Ia menuturkan, penting bagi polisi untuk segera mengumumkan identitas pelaku kejahatan seksual anak yang memuat nama, foto terbaru, dan identitas resmi pelaku agar para korban yang belum terungkap dapat tahu dan segera mendapatkan akses penanganan, pemulihan, rehabilitasi dan keadilan.

Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan lembaga negara lainnya pun berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan Perlindungan Khusus kepada anak korban kejahatan seksual.

"Semoga visi penghapusan kekerasan seksual pada anak-anak segera terwujud, dengan penegakan hukum, pemberian akses keadilan, akses penanganan, dan keberpihakan para korban jangka panjang, dalam memastikan lingkungan yang lebih aman, nyaman dan menjamin masa depan yang lebih baik untuk generasi bangsa," ucapnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved