Tawuran

Isak Tangis Pecah Saat 16 Pelajar yang Terlibat Tawuran di Klender Dikembalikan ke Keluarga

Isak tangis keluarga para pelaku tawuran pecah di Polsek Duren Sawit, seusai polisi mengembalikan dengan cara meminta maaf pada orangtua

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dian Anditya Mutiara
Wartakotalive/Rendy Rutama Putra
Suasana isak tangis keluarga para pelaku tawuran pecah di Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, seusai polisi mengembalikan dengan cara meminta maaf kepada orangtuanya masing-masing, pada Sabtu (22/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, DUREN SAWIT - Isak tangis keluarga para pelaku tawuran pecah di Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur, seusai polisi mengembalikan dengan cara meminta maaf kepada orangtuanya masing-masing.

Menurut Kapolsek Duren Sawit, Kompol Martson Marbun, sebelum dikembalikan ke keluarganya, para pelaku yang berjumlah 16 orang pelajar ini kemudian di data identitanya berdasarkan administrasi yang dibutuhkan dari aplikasi Ada Polisi.

"Menurut arahan dari Kapolda dan Kapolres Metro Jakarta Timur, para pelaku ini di data terlebih dahulu melalui aplikasi Ada Polisi, dan kita hadirkan orangtua beserta guru mereka ke lokasi, dan mereka wajib meminta maaf kepadanya," kata Marbun, Sabtu (22/10/2022).

Baca juga: Pengin Terlihat Ganteng Ketika Tawuran, 16 Pelajar Diciduk Polisi Malah Pasang Muka Sedih

Saat dikembalikan, para pelaku dan keluarga tersebut nampak menangis histeris.

Baik para pelaku yang mengaku menyesal akan perbuatannya, dan pihak keluarga yang merasa gagal mendidik anaknya.

Selain, Marbun juga menyampaikan perihal motivasi dan arahan kedepannya untuk para pelaku, supaya tidak mengulangi perbuatannya.

Langkah ini merupakan bentuk inovasi yang diterapkan jajaran kepolisian Polsek Duren Sawit, terkhusus mengantisipasi kejadian tawuran di lingkungannya.

Baca juga: Redam Tawuran, Polisi Mendata Anggota 35 Geng Motor di Kota Bekasi yang Kerap Bikin Resah

"Ini juga merupakan inovasi dari Polsek Duren Sawit, dan diharapkan efektif dalam melakukan antisipasi tawuran," lugasnya.

Namun, apabila dikemudian hari pelaku mengulangi kesalahan yang serupa, maka Marbun menjelaskan, pihak sekolah akan mengeluarkannya.

"Jikalau mereka melalukan kembali, pihak sekolah tidak segan-segan mengeluarkannnya," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, dengan motif ingin terlihat ganteng, 16 pelajar di Klender, Jakarta Timur, lakukan aksi tawuran dengan kelompok lain.

Nahas tidak sesuai harapan motifnya, keseluruhan pelajar tersebut justru diamankan tim Presisi Polres Metro Jakarta Timur, sekira pukul 16.30 WIB, Jumat (21/10/2022).

Kepala Tim Presisi Polres Metro Jakarta Timur, Ipda Aman Wibowo, menjelaskan sebelumnya, jajarannya mendapatkan informasi terlebih dahulu dari laporan warga sekitar mengenai adanya tawuran di wilayah Klender, untuk kemudian langsung menyusuri.

"Motifnya mencari jati diri supaya kelihatan gagah dan ganteng," kata Aman, Jumat (21/10).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved