Kisah Inspiratif

Kehilangan Tangan Kanan Tak Membuat Arie Wisesa Patah Semangat Bantu Sesama melalui Difagana

Difagana adalah organisasi di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), melalui Dinas Sosial setempat.

Warta Kota/Leonardus Wical Zelena Arga
Penyandang disabilitas, Arie Wisesa (28) saat ditemui ketika Menteri Sosial Republik Indonesia (Mensos RI), Tri Rismaharini mendatangi karya penyandang disabilitas di Sentra Terpadu Inten Soeweno, Kecamatan Cibinong, Bogor, pada Jumat (21/10/2022). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Leonardus Wical Zelena Arga

WARTAKOTALIVE.COM, CIBINONG - Gempa Yogyakarta pada tahun 2006 sangat menimbulkan duka yang mendalam.

Bukan hanya kehilangan harta benda atau bahkan nyawa, tetapi kehilangan anggota tubuh juga menjadi luka yang sangat menyayat hati.

Termasuk bagi Arie Wisesa yang saat itu duduk di kelas 6 SD.

Satu hari jelang ujian nasional, ia harus kehilangan tangan kanannya karena tertimpa puing bangunan rumah yang roboh akibat gempa.

Stress dan depresi selama dua tahun sangatlah wajar dialami.

Apalagi saat itu ia baru berusia 12 tahun.

"Akhirnya saya menata hati, ya recovery diri gitu mas selama kurang lebih dua tahun," ujar Arie, pada Jumat (21/10/2022).

Pria yang saat ini berusia 28 tahun itu menjelaskan, hal yang membuat ia bangkit adalah kesadaran diri sendiri bahwa sebagai seorang anak pertama laki-laki, Arie harus bisa tangguh.

Baca juga: Rajin Mengaji dan Hafal Alquran, Ganjar Pranowo Beri Kursi Roda Elektrik ke Difabel Berusia 12 Tahun

Arie menegaskan bahwa ia harus mulai menata hati untuk mengemban tanggung jawab, apalagi ke depan ia akan menjadi seorang pemimpin rumah tangga.

Hal itulah yang membuat ia masuk ke dalam organisasi Difabel Siaga Bencana (Difagana) sebagai relawan.

Diketahui, Difagana adalah organisasi di bawah Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI), melalui Dinas Sosial setempat.

"Saya waktu itu dapat informasi rekrutmen dari panti rehabilitasi di daerah Bundong, Bantul, Yogyakarta. Tidak perlu waktu lama, saya langsung tergerak hati untuk join," ucap Arie.

Tujuan lain Arie bergabung sebagai relawan di Difagana adalah untuk mematahkan stigma bahwa penyandang disabilitas harus selalu dibantu.

Baca juga: Tempat Asah Keterampilan Santri Tuna Rungu, Anies Baswedan Resmikan Pesantren Tahfiz Difabel Bazis

"Di Difagana, kami malah ditekankan bahwa kita juga harus bisa membantu sesama manusia lain yang memang membutuhkan," kata Arie.

Menurutnya, walaupun secara fisik tidak sempurna, tapi Arie tetap akan memberikan yang terbaik dan berkontribusi membantu sesama manusia.

Di akhir obrolan, Arie pun memberi semangat kepada penyandang disabilitas yang lain bahwa jangan pernah membatasi diri sendiri untuk berkembang lebih maju. (m36)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved