Dirlantas Polda Setuju Jam Kerja Diatur untuk Atasi Kemacetan, Anggap Jakarta Seperti Terima Air Bah

Kata Latif, akibat adanya aktivitas yang berbarengan itu, berbagai ruas jalan di Jakarta kerap macet di jam-jam sibuk.

Editor: Yaspen Martinus
Warta Kota/Ramadhan L Q
Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengkaji penyesuaian aturan jam kerja di wilayah Ibu Kota. 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, mengkaji penyesuaian aturan jam kerja di wilayah Ibu Kota.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Latif Usman mengatakan, wacana itu bertujuan agar tak terjadi kemacetan akibat penumpukan kendaraan, karena aktivitas warga di waktu yang sama.

"Makanya saya sampaikan,  

"Semua orang masuk dalam sehari, penambahan masyarakatnya hampir 7 juta orang beraktivitas di waktu yang sama," kata Latif di Polda Metro Jaya, Kamis (20/10/2022).

Akhirnya, kata Latif, akibat adanya aktivitas yang berbarengan itu, berbagai ruas jalan di Jakarta kerap macet di jam-jam sibuk.

Ia menilai kemacetan sering terjadi pada pukul 06.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB pagi.

Baca juga: Zulhas: Jokowi Masih Bertugas Dua Tahun Lagi, Sudah Ada Deklarasi Capres, Bikin Gesekan

"Bayangin aja dalam waktu yang sama. Jadinya yang kami usulkan itu (penyesuaian jam kerja," ujar Latif.

Langkah yang saat ini diambil, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan berbagai pihak, mulai dari pengusaha hingga asosiasi angkutan di wilayah DKI Jakarta.

Latif menerangkan, respons yang didapati pun cukup positif. Namun hal itu nantinya masih perlu dilakukan sosialisasi kembali, agar wacana penyesuaian jam kerja ini bisa terealisasi.

Baca juga: Pasien Gangguan Ginjal Akut Sudah Tidak Bisa Buang Air Kecil Saat Dibawa ke RSCM, 63 Persen Wafat

"Sosialisasinya di masing-masing pemangku kepentingan. Masing-masing perusahaan itu sendiri yang mengatur," tuturnya.

Menurutnya, tiap-tiap sektor perusahaan semestinya bisa menyesuaikan jadwal masuk kerja bagi setiap karyawannya.

Kecuali untuk sektor pendidikan, ia memaklumi jika anak sekolah tetap diberi prioritas agar tetap beraktivitas di pagi hari.

Baca juga: Covid-19 Omicron XBB Sudah Masuk Indonesia, Jadi Penyebab Lonjakan Kasus di Singapura

"Kalau anak sekolah pagi oke lah, tapi kalau misal sektor esensial dan kritikal itu kan bisa diatur waktunya, bisa disesuaikan waktunya tidak bersamaan," paparnya.

Meski begitu, penyesuaian jam kerja yang dianjurkan oleh pihaknya ini masih bersifat rekomendasi.

Untuk pelaksanaanya, ia menyerahkan hal itu kepada Pemprov DKI Jakarta untuk nantinya memberikan imbauan.

"Iya (rekomendasi). Nanti yang memberikan imbauan atau arahan itu dari Gubernur (Heru Budi Hartono," terangnya. (Fahmi Ramadhan)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved