Berita Video

VIDEO Kuasa Hukum Ricky Rizal Sebut Tanggapan JPU Ibarat Sapu Jagat

Tim kuasa hukum Bripka Ricky Rizal mengatakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi kliennya ibarat sapu jagat.

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Tim kuasa hukum Bripka Ricky Rizal mengatakan tanggapan Jaksa Penuntut Umum (JPU) atas nota keberatan atau eksepsi kliennya ibarat sapu jagat.

Menurut Bedi Sugiho Pribadi selaku kuasa hukum Ricky Rizal, tanggapan JPU atas eksepsi kliennya sekadar copy paste dari eksepsi Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi.

Sehingga tanggapan JPU tidak menjawab spesifik eksepsi Ricky Rizal.

"Kesan selama ini di masyarakat bahwa kita adalah bagian dari pembunuhan berencana yang didakwakan oleh JPU," ujarnya, usai sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (20/10/2022).

"Setelah kita sampaikan tadi, kita urai dengan analisa hukum dan fakta-fakta dari keterangan, ternyata bukan dari kita tapi dari keterangan terdakwa lain sebagai saksi di dalam BAP, dikonfrontir," sambung dia.

Dalam eksepsi yang dibacakan penasihat hukum, terdakwa Ricky Rizal mengakui sempat menyita senjata api milik korban Brigadir J di Magelang, Jawa Tengah.

Hal tersebut untuk mencegah sesuatu yang tidak diinginkan.

Baca juga: Kuasa Hukum Sebut Tanggapan Jaksa atas Eksepsi Ricky Rizal Ibarat Sapu Jagat

Pasalnya, Kuat Ma'ruf sebelumnya mengejar Brigadir J dengan membawa sebilah pisau.

Hal itu sebagaimana pengakuan Ricky Rizal berdasarkan berita acara pemeriksaan atau BAP tambahan.

Adapun Ricky Rizal disebut bergerak ke lantai 1 rumah Magelang untuk mengambil senjata api Brigadir J berjenis HS.

Selain itu, ia turut mengambil senjata laras panjang jenis Steyr AUG Kal 223.

Baca juga: Eksepsi Ricky Rizal, Tidak Bisa Tolak Perintah Ferdy Sambo karena Hanya Ajudan

Ricky Rizal mengaku menyita senjata api milik Brigadir J atas inisiatif sendiri.

"Terus juga di situ terjawab sejak perencanaan dari Magelang, mengamankan senjata, kan poinnya ada 3 tempat, mengamankan senjata," kata Bedi.

"Karena di situ ada KM terjadi perselisihan dengan Yosua. Seorang polisi mengambil inisiatif risiko besar mana senjata ini saya amankan kalau tidak, karena Kuat Ma'ruf membawa pisau," sambung dia.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved