Gangguan Ginjal Akut

Kemenkes Imbau Masyarakat Waspada, Gangguan Ginjal Akut Bisa Fatal, Hampir Separuh Meninggal

Saat ini publik dikejutkan oleh sakit gangguan ginjal akut, yang dipicu oleh konsumsi obat sirup. Ternyata damapknya fatal, bisa meninggal dunia.

Editor: Valentino Verry
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr Syahril mengatakan sakit gangguan ginjal akut bisa berdampak fatal, mengingat ginjal yang fungsinya sangat besar bagi tubuh. Jangan heran bila angka kematian cukup tinggi pada sakit ini. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr M Syahril, meminta masyarakat untuk waspada pada sakit gangguan ginjal akut.

Sebab, penyakit tersebut bisa berdampak fatal pada penderitanya, yakni kematian.

Menurut Syahril, jangan heran bila anak yang menderita gangguan ginjal akut banyak yang meninggal dunia.

Dilaporkan oleh Kemenkes angka kematian anak dari total kasus gangguan ginjal akut di Indonesia mencapai 48 persen.

Menurut Syahril, ada alasan kenapa angka kematian tinggi pada gangguan ginjal akut ini.

"Ginjal sebagai pusat metabolisme, organ sangat penting. Apa bila terjadi maka akan menganggu motablisme dan menyebabkan organ lain terganggu," paparnya dalam keterangan pers virtual, Rabu (20/10/2022).

Menurutnya, ginjal bisa saja terganggu aktivitasnya. Tapi jangan sampai berakhir pada gagal ginjal. Jika sudah terjadi gagal ginjal, maka tubuh tidak bisa beraktivitas sebagai alat metabolisme tubuh.

Tanda ginjal mengalami gangguan bisa dilihat dengan frekuensi dan jumlah air urin yang sangat sedikit.

Baca juga: Instruksi Baru Kemenkes, Nakes Tidak Resepkan Obat Sirup, Buntut Kasus Gagal Ginjal Anak

Bahkan jika betul terjadi terjadi kerusakan berat, maka tidak akan ada air seni yang diproduksi.

"Tingkat kematian tinggi karena sudah masuk ke fase itu. Saat ini kami sampaikan pada masyarakat serta fasilitas kesehatan untuk lebih waspada. Serta berikan tindakan lebih cepat jika menunjukkan gejala," tegasnya.

Lebih lanjut dr Syahril menyebutkan jika gejala lain yang muncul selain produksi air urin berkurang adalah munculnya demam, batuk dan pilek. Tapi gejala ini tidak selalu ada.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Gangguan Ginjal Akut pada Anak Bukan Disebabkan Covid-19 dan Vaksin

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan anjuran terkait penggunaan obat sirup paracetamol.

Anjuran IDAI terkait penggunaan obat sirup ini diberikan lantaran maraknya kasus gangguan ginjal akut pada anak.

Dikutip dari New Indian Express, dari hasil analisa laboratorium menemukan adanya kandungan Etilen Glikol pada sejumlah obat sirup paracetamol anak.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved