Stunting

Kemenkes dan BKKBN Gandeng Perusahaan Swasta Percepat Turunkan Stunting

Keberhasilan penurunan stunting sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, swasta dan lapisan masyarakat.

Editor: Alex Suban
HO
Para narasumber dari kiri ke kanan, Corporate Nutritionist Nestle Indonesia Eka Hardiana, Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar, Wakil Bupati Karawang H. Aep Syaepuloh SE, Perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Mahmud Fauzi, SKM, M.Kes, Direktur Analisis Dampak Kependudukan BKKBN Pusat Faharuddin, dan pada peluncuran Program Percepatan Penurunan Stunting Karawang di Kantor Kepala Desa Gintungkerta, Kabupaten Karawang. Melalui program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) di Kampung Keluarga Berkualitas Kabupaten Karawang ini diharapkan dapat menjadi contoh dan inspirasi untuk daerah lain serta dapat mendorong seluruh pihak untuk saling bahu membahu dalam mencegah dan menanggulangi masalah stunting di Indonesia. 

WARTAKOTALIVE.COM, KARAWANG - Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan prioritas nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

"Stunting telah mengalami penurunan dari 27,7 persen pada 2019 menjadi 24,4 % pada 2021. Kemajuan ini perlu terus dipercepat demi mencapai target 14 % pada 2024" kata Menteri Kesehatan Budi Sadikin dalam kegiatan program BKKBN Dashat yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting di daerah percontohan Desa Gintungkerta dan Karawang Kulon, Kabupaten Karawang, Rabu (19/10/2022).

Baca juga: Gubernur Jawa Tengah Berbagi Cara Penanganan Stunting di Kantor Gubernur Sulawesi Barat

Baca juga: Penuhi Janji, Ganjar Pranowo ke Sulbar Berbagi Ilmu Soal Penanganan Stunting dan Integritas

Dalam siaran pers yang diterima Wartakotalive.com disebutkan bahwa, Kementerian Kesehatan berfokus pada intervensi spesifik penurunan stunting, termasuk pemberian makanan pendamping ASI yang kaya akan protein hewani pada balita dan makanan tambahan pada ibu hamil kurang energi kronis yang bersumber dari bahan pangan lokal.

Para kader di Desa Gintungkerta melakukan persiapan untuk pendistribusian makanan sehat di Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dihadirkan oleh Nestlé Indonesia bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai upaya untuk membuka akses lebih banyak bagi masyarakat untuk mendapatkan makanan yang bergizi dan mendapatkan informasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat agar terhindar dari malnutrisi khususnya gizi kurang kronik yang kemudian dikenal dengan stunting.
Para kader di Desa Gintungkerta melakukan persiapan untuk pendistribusian makanan sehat di Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang dihadirkan oleh Nestle Indonesia bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai upaya untuk membuka akses lebih banyak bagi masyarakat untuk mendapatkan makanan yang bergizi dan mendapatkan informasi mengenai gizi seimbang dan pola hidup sehat agar terhindar dari malnutrisi khususnya gizi kurang kronik yang kemudian dikenal dengan stunting. (HO)

Keberhasilan penurunan stunting sangat bergantung pada komitmen dan kerja sama berbagai pihak, baik pemerintah, swasta dan lapisan masyarakat.

Kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting adalah kolaborasi Nestle Indonesia bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk hadirkan program pengembangan masyarakat dan intervensi gizi.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 untuk menurunkan angka stunting nasional, yang berdasarkan data dari Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 berada di angka prevalensi 24,4 % , dan ditargetkan turun menjadi 14 persen pada tahun 2024 .

Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar menyampaikan, “Pelaksanaan program Dashat sejalan dengan program Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat atau secara global dikenal sebagai Nestle for Healthier Kids, di mana kami ingin membantu anak untuk hidup lebih sehat. Nestle Indonesia turut serta berkontribusi secara berkelanjutan dalam upaya peningkatan status gizi keluarga Indonesia dengan menggunakan potensi makanan untuk meningkatkan kualitas hidup setiap individu saat ini dan generasi mendatang.”

Baca juga: Sudin Kesehatan Jakarta Selatan Orientasi GP2SP demi Turunkan Angka Stunting Tahun 2022

Baca juga: Jababeka Dukung Peran Remaja Turut Wujudkan Kabupaten Bekasi Bebas Stunting

Untuk itu, saya menghimbau jajaran kelembagaan tingkat kabupaten untuk ikut berperan aktif dalam program ini. Kementerian Kesehatan mengapresiasi dukungan PT Nestle Indonesia dalam program BKKBN Dashat yaitu Dapur Sehat Atasi Stunting di daerah percontohan Desa Gintungkerta dan Karawang Kulon, Kabupaten Karawang. Besar harapan saya, program ini dapat menginspirasi daerah-daerah lain di Indonesia untuk bahu membahu menurunkan stunting.”

Program ini juga merupakan tindak lanjut dari kerja sama Nestlé Indonesia dan BKKBN untuk turut berkontribusi dalam mendukung penurunan angka stunting di Indonesia yang telah dimulai pada Desember 2021.

Pada program Dashat, Nestle Indonesia akan menyediakan fasilitas dapur yang didukung oleh para ahli di bidang gizi dan pengembangan masyarat sebagai bagian peningkatan ketahanan pangan masyarakat di Desa Gintungkerta dan Kelurahan Karawang Kulon.

Kepala BKKBN Hasto Wardoyo menuturkan, “Program Dashat merupakan implementasi dari arahan Presiden Joko Widodo dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. Kami senang dapat menjalankan program ini bersama semua unsur swasta dan perusahaan termasuk Nestlé Indonesia yang sudah memulai, dan berharap melalui program ini nantinya dapat meningkatkan kesadaran masyarakat di Karawang ini akan pentingnya pencegahan stunting yang bisa dimulai dari lingkup terkecil yakni keluarga.”

Kabupaten Karawang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang termasuk ke dalam 100 Kabupaten/Kota Prioritas Penanggulangan Stunting sejak tahun 2018 dengan prevalensi balita stunting sebesar 34.87

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved