Begal Kota Bekasi

Polres Metro Bekasi Kota Minta Masyarakat Waspada, Ada 37 Titik Rawan Begal, Ini Lokasinya

Polres Metro Bekasi Kota minta masyarakat untuk waspada saat main ke Kota Bekasi, karena banyak titik rawan begal.

Penulis: Joko Supriyanto | Editor: Valentino Verry
WartaKota/Rendy Rutama Putra
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Hengki memaparkan puluhan titik rawan begal di wilayahnya, sehingga meminta masyarakat waspada saat bermain ke Kota Bekasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Polres Metro Bekasi Kota memetakan titik-titik rawan kriminalitas yang kerap kali terjadi di Kota Bekasi. Berdasarkan pendataan yang dilakukan ada sebanyak 37 titik yang dianggap rawan.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki menyampaikan agar masyarakat tetap berhati-hati melintas di 37 titik lokasi rawan itu. Namun, pihaknya mengaku tetap akan meningkatkan patroli di titik-titik tersebut.

"Dari 9 Polsek di wilayah Kota Bekasi terdapat 37 jalanan yang rawan tindakan aksi tawuran, Curat Curas Curanmor (3C), hingga balap liar," kata Hengki.

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota, dari 37 titik rawan kejahatan diantaranya seperti, wilayah hukum Polsek Medan Satria yakni, di Jalan Raya Harapan Indah, Jalan Sultan Agung, Jalan Sudirman, perumahan Titian Indah.

Wilayah hukum Polsek Bekasi Kota sendiri yang menjadi rawan tindakan kejahatan yakni di Jalan Sudirman, Kranji, Jalan Noer Ali. Di titik wilayah ini paling banyak laporan yang diterima yaitu 3C dan Tawuran.

Wilayah hukum Polsek Pondok Gede, titik rawan berada di Jalan Raya Hankam, Jatiwaringin, Jatibening, Gampit, dan Kampung Sawah. 

Baca juga: Korban Begal di SMA 38 Jakarta, Kapolsek Jagakarsa Bakal Cek TKP untuk Selidiki Pelakunya

Wilayah hukum Polsek Bekasi Selatan, titik yang rawan yaitu Jalan Ahmad Yani, Galaxy, Kemang, Jalan Noer Ali, dan juga Cikunir. Dari titik ini banyak laporan terjadinya 3C, tawuran dan balap liar.

Sedangkan untuk wilayah Jatisampurna sendiri, seperti di Jalan Raya Kranggan, Jalan Alternatif Cibubur, dan juga Jalan Wibawa Mukti. 

Untuk di wilayah Jatiasih seringkali mendapatkan laporan Kejadian yakni 3C di wilayah Jalan Ratna, Jalan Jatiasih, Pasar Rebo, dan juga Komsen.

Wilayah Bantargebang, titik rawan berada di jalan Mustikajaya dan juga Jalan Raya Narogong. Dua terkait ini banyak laporan tindakan 3C dan juga aksi tawuran.

Baca juga: Azri Sedih, Polsek Jagakarsa Tolak Laporan setelah Jadi Korban Begal di Lenteng Agung

Untuk wilayah Bekasi Timur, Jalan Djuanda, Cut Mutia, Jalan Chairil Anwar, DPRD Kota Bekasi, Cipendawa dan wilayah Polsek Bekasi Utara yang menjadi rawan tindakan kejahatan jalanan yakni di Jalan Lingkar Utara, Kampung Irian, Jalan Perjuangan, dan juga Kaliabang.

Polres Metro Bekasi Kota pun mendata ada sebanyak 35 klub geng motor di Kota Bekasi, yang disinyalir lebih banyak melakukan hal-hal negatif dibandingkan melalukan kegiatan yang bersifat positif.

Puluhan klub geng motor di Kota Bekasi itu, diungkapkan oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki tersebar di hampir disemua wilayah Kecamatan di Kota Bekasi.

Baca juga: Ratusan Lampu PJU akan Dipasang di Lokasi Rawan Begal Kabupaten Bekasi Hingga Akhir Tahun 2022

"Data-data kita yang ada tersebar di 12 Kecamatan di 9 Polsek ada kurang lebih 35 geng motor sebenarnya ini dibilang kelompok club motor," kata Hengki.

Klub geng motor di Bekasi yang data oleh jajaran Polres Metro Bekasi Kota itu, menurut Hengki lebih banyak melakukan kegiatan yang sifatnya negatif dibandingkan positif. Hal ini pula yang mengakibatkan terjadinya peristiwa tawuran, dan perkelahian.

"Justru lebih banyak mudharatanya, lebih banyak negatifnya dibanding sisi positif, karena bisa menimbulkan tawuran, perkelahian antar remaja, geng motor dan dapat merugikan dia sendiri dan orang lain," katanya.

Dari puluhan klub geng motor itu, Hengki menyebut sudah melalukan pendataan baik itu ketua kelompok, akun medsos, dan lain-lain.

Langkah ini dilakukan oleh Polres Metro Bekasi Kota, sebagai upaya pencegahan agar klub geng motor itu, tidak cenderung melakukan hal negatif.

"Tapi, ini sudah kita lakukan intervensi mengingatkan, membuat surat pernyataan sehingga 35 kelompok ini tidak melakukan hal-hal lagi yang dapat mengganggu gangguan kamtibmas," ujarnya. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved