Banjir Jakarta

Permukiman Terendam Banjir Hampir 2 meter, 267 Warga Kebon Pala Mengungsi

Total 267 jiwa korban terdampak banjir setinggi hampir dua meter di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022) telah diungsikan.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Junianto Hamonangan
Warta Kota/Rendy Rutama
Sejumlah warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur yang terdampak banjir dengan ketinggian 175 centimeter mengungsi di SDN 01 dan 02 Kampung Melayu, Senin (10/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JATINEGARA - Total ada 267 jiwa korban banjir di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022) telah diungsikan.

Keseluruhan warga yang terdampak banjir tersebut diarahkan petugas mengungsi ke Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 dan 02 Kampung Melayu, Jakarta Timur.

"Sekira pukul 13.20 WIB, terdapat 267 jiwa, yang terdiri dari 88 Kartu Keluarga (KK), 19 Lanjut Usia (Lansia), dan 6 Balita," informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Timur, Senin (10/10/2022).

Seorang warga yang mengungsi, Elifah (52) menjelaskan, dirinya bersama keluarganya akan tetap di pengungsian hingga kondisi banjir surut 100 persen.

Ditambahnya, waktu surut tersebut kerap kali terjadi yakni sekira pukul lebih kurang 17.00 WIB hingga 18.00 WIB.

"Ini sudah biasa, udah tidak kaget lagi pasti ngungsi, kalau air surut baru kita ngungsi, biasanya sore kita pulang," kata Elifah, Senin (10/10/2022).

Diketahui sebelumnya, banjir dengan ketinggian 175 centimeter melanda wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (10/10/2022). 

Kasi Ops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman, menjelaskan ketinggian tersebut perlahan turun hingga kini sekira pukul 12.25 WIB.

Baca juga: Berada di Dekat Kali Ciliwung, Permukiman Warga Kebon Pala Terendam Banjir Hampir 2 Meter

"Di Kampung Melayu, Kebon Pala ini, saat ini kita lihat tadi sempat di pukul 09.00 WIB masih 175 cm, namun siang ini sudah menurun 20 cm, kurang lebih 155 cm paling dalam," kata Gatot, Senin (10/10/2022).

Ketinggian air paling dalam diungkapkan Gatot disebabkan kondisi jalanan yang bersifat menurun, dan wilayah paling rendah juga berhadapan dengan arus Kali Ciliwung.

"Dengan hasil ini, semakin ke dalam lokasi, ketinggian air juga semakin dalam. Karena air mendekati Kali Ciliwung itu sendiri," lugasnya.

Sedangkan menurut satu warga yang terdampak, Sumiati (48), banjir sudah mulai datang pada Senin dinihari.

Baca juga: Seorang Bayi di Bidara Cina Diselamatkan Petugas dari Kepungan Banjir Setinggi 1,5 meter

Namun, beberapa warga juga belum 100 persen berniat untuk mengungsi, hal itu dikarenakan masih ingin tetap bertahan di dalam rumah hingga air surut.

"Air mulai datang jam 02.00 WIB, dan warga sudah tahu juga akan banjir malam harinya jam 23.00 WIB, sudah persiapan evakuasi barang jadinya," kata Sumiati.

Di akhir penjelasannya, ia berharap jajaran relevan segera memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.

"Belum ada bantuan, bantuan seperi popok bayi, makanan, minuman, karena kita tidak bisa masak," pungkasnya. m37

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved