Berita Video

VIDEO : Ibunda Dendis Tak Kuasa Melepas Sang Putra Korban Tembok Roboh

Tubuhnya lemah bahkan nyaris pingsan, namun mulutnya tetap mengucap keinginannya agar sang anak kembali terbangun.

Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Alex Suban

WARTAKOTALIVE.COM, JAGARAKSA – Dendis Al-Latif merupakan salah satu korban meninggal akibat tembok beton yang rubuh di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022) lalu.

Pantauan Wartakotalive.com di rumah duka, Jalan Pelita II RT 008, RW 006, Kelurahan Jagakarsa, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, sekira pukul 08.15 WIB, sang ibu menangis tersedu di samping kanan jenazah putra bungsunya yang telah tertutupi kain kafan.

Sambil memeluk tubuh Dendis yang terbujur kaku, dirinya terus mengajak ngobrol sang anak seolah-olah masih bernyawa.

"Ayo sekolah," ujar sang ibu sembari menangis.

Simak Video Berikut :

Tubuhnya lemah bahkan nyaris pingsan, namun mulutnya tetap mengucap keinginannya agar sang anak kembali terbangun.

Salah satu keluarga mencoba membangunkan sang ibu dan memintanya untuk beristirahat di kamar, karena jenazahnya hendak dimandikan.

"Ke kamar dulu bu, Dendisnya dimandikan dulu biar wangi," ujar salah satu keluarga sesaat sebelum jenazah dimandikan.

Namun tangan sang ibu tetap kokoh menahan tubuh Dendis, agar tetap bersamanya.

Sementara kakek, Amsori Kurniawan (65) dengan air mata yang tergenang, menyampaikan jika sang ibu berulang-ulang mengucapkan kalimat yang sama sejak kemarin.

"Dendis pulang, udah sore. Dendis jangan pergi, jangan tinggalin ibu," ujar sang kakek memeragakan ucapan ibu Dendis, Jumat (7/10/2022).

Baca juga: Detik-detik Tembok MTsN 19 Roboh, Awalnya Tak Ada Yang Menyadari Ada Siswa Tertimpa Tembok

Baca juga: VIDEO : Anies Baswedan Takziah Rumah Duka Korban Tembok Roboh MTS 19

Sementara itu, para tetangga sudah memadati halaman rumah Dendis untuk menyampaikan bela sungkawa sejak pukul 07.00 WIB.

Beberapa bahkan tak kuasa membendung air matanya sesaat setelah bertemu ibunda Dendis.

Selain tetangga, tiga teman Dandis terlihat menyambangi rumah duka. Mereka adalah saksi yang menyaksikan detik-detik banjir bandang merobohkan tembok pembatas dan menimpa tubuh Dendis.

Khalisa bersaksi, ia melihat bagaimana tubuh Dendis rusak dan kepalanya gepeng, sesaat setelah tembok rubuh tersebut dievakuasi guru-guru menggunakan linggis.

"Tembok pembatasnya itu enggak kuat kak, Dendis sama yang lain lagi main di situ, langsung rubuh. Dendis masih ditempat, enggak sempat menyelamatkan diri," ujar Khalisa berlinang air mata.

Diketahui jenazah Dendis akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang pukul 10.00 WIB.(m40)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved