Berita Video

VIDEO : 20 Polisi Kena Sanksi Etik Terkait Penembakan Gas Air Mata di Stadion Kanjuruhan

Sebanyak 20 orang anggota Polri menerima sanksi etik atas buntut kerusuhan usai pertandingan 'Derbi Jatim' Arema FC melawan Persebaya Surabaya, di Sta

Editor: Muhamad Rusdi

WARTAKOTALIVE.COM, MALANG- Sebanyak 20 orang anggota Polri menerima sanksi etik atas buntut kerusuhan usai pertandingan 'Derbi Jatim' Arema FC melawan Persebaya Surabaya, di Stadion Kanjuruhan, Malang, hingga tewaskan 131 orang suporter Aremania. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut, mereka dinyatakan lalai hingga terpaksa menerima sanksi etik, setelah pihak internal; Irwasum dan Divisi Propam Polri, melakukan pemeriksaan terhadap 31 orang personel yang terlibat pengamanan pertandingan.

Baca juga: VIDEO : Ahli Mancanegara Sebut Polisi Indonesia Kurang Terlatih Hadapi Massa Saat Tragedi Kanjuruhan

Pemeriksaan tersebut dilakukan secara maraton di mulai sehari setelah insiden nahas itu terjadi Sabtu (1/10/2022), yakni pada Minggu (2/10/2022) hingga berlanjut terus sampai Kamis (6/10/2022) sore. 

Dari 20 orang terduga pelanggar itu, ia mengungkapkan, empat orang di antaranya merupakan pejabat utama (PJU) Polres Malang, yakni AKBP FH, Kompol WS, AKP PS, dan Iptu PS.

Kemudian, dua orang perwira pengawas, dan pengendali, yakni AKBP AW dan AKP D.

 

Lalu, tiga orang anggota lainnya yang bertindak melakukan perintah tembakan pemerintah tembakan gas air mata, yakni AKP H, AKP US, dan Aiptu PP. 

Baca juga: Enam Tersangka Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang Berikut Peran Mereka

Dan terakhir, 11 orang anggota yang melakukan eksekusi penembakan gas air mata. 

Baca juga: Pengunggah Video Kepanikan di Pintu Keluar Kanjuruhan Diciduk,Polisi Klaim Hanya Dimintai Keterangan

"Dengan temuan tersebut tentunya setelah ini akan segera dilaksanakan proses untuk pertanggungjawaban etik. Kendati demikian sekali lagi tidak menutup kemungkinan jumlah ini masih bisa bertambah," ujarnya di Mapolres Malang, Jatim, Kamis (6/10/2022) malam. 

 Mantan Kapolda Banten itu, menerangkan, rantai komando anggota tersebut, menyebabkan 11 orang penembakan gas air mata melontar gas air mata. 

Dengan tujuan membubarkan sekaligus mengendalikan massa suporter yang melakukan upaya memasukki tengah lapangan pertandingan. 

Penembakan gas air mata itu dilakukan sebanyak 11 kali. Ditengarai penembakan tersebut dilakukan oleh masing-masing dari mereka sebanyak satu kali. 

Rinciannya, lanjut Sigit, tujuh kali tembakan ke arah tribun selatan, satu kali tembakan ke arah tribun utara, dan tiga kali tembakan ke arah tengah lapangan. 

Baca juga: VIDEO : Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana Menangis Saat Bahas Tragedi Maut Stadion Kanjuruhan

Halaman
12
Sumber: Surya Malang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved