Banjir Jakarta

Selain 3 Meninggal, Satu Siswa Tertimpa Tembok Roboh karena Banjir di MTsN 19, Patah Tulang

Satu siswa korban tewas dalam tembok ambruk di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 di Pondok Labu alami patah tulang selain 3 tewas

Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, Drs H Isnawa Adjie mengatakan mengatakan, ada satu siswa korban yang mengalami patah tulang di bagian lengan kiri selain 3 meninggal dnia akibat tertimpa tembok ambruk diterjang banjir 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memberikan perkembangan terkini terkait korban peristiwa tembok roboh di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 19 di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Kamis (6/10/2022).

Data BPBD menyebutkan terdapat siswa yang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut, selain 3 siswa yang meninggal dunia.

Tiga nama siswa yang luka adalah:

Baca juga: 3 Siswa Tewas Karena Banjir, Anies Baswedan Sebut akan Fasilitasi Relokasi MTsN 19

1. Nama: Adisya Daffa Allutfi
Usia: 13 Tahun (26 Mei 2009)
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Hidup/Luka-luka (Penanganan di Rumah Sakit Prikasih)

2. Nama: Nabila Ika Fatimah
Usia:15 Tahun (8 Agustus 2007)
Jenis kelamin: Perempuan
Status: Hidup/Luka-luka (Penanganan di Rumah Sakit Prikasih)

3. Nama: Nirjirah Desnauli
Usia: 14 Tahun (1 Desember 2007)
Jenis kelamin: Perempuan
Korban: Hidup/Luka-luka (Penanganan di Rumah Sakit Prikasih)

Baca juga: Kapolsek Cilandak: 3 Siswa Tewas karena Banjir Robohkan Tembok Sekolah di Cilandak

Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, mengatakan, ada satu korban yang mengalami patah tulang di bagian lengan kiri.

"Yang luka-luka sudah bisa dipulangkan. Namun, ada satu orang atas nama Adisya mengalami patah tulang lengan kiri bawah, hanya diwajibkan kontrol," ujarnya, saat dihubungi pada Kamis malam.

Sementara itu, terdapat tiga siswa sekolah tersebut yang meninggal dunia.

"Beberapa siswa yang sedang bermain di area taman sekolah tertimpa tembok yang roboh, karena tembok tidak mampu menahan luapan air yang ada," kata Isnawa.

"Posisi sekolah berada di dataran rendah, yang di sekitarnya terdapat saluran PHB Pinang Kalijati dan di belakang sekolah terdapat aliran sungai," sambungnya.

Berikut tiga nama yang meninggal dunia:

1. Nama: Dicka Safa Ghifari
Usia: 13 Tahun (17 Des 2008)
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Meninggal dunia
Direncanakan akan dimakamkan di TPU Johar

2. Nama: Muh. Adnan Efendi
Usia: 13 Tahun (11 Mei 2009)
Jenis kelamin: Laki-laki
Status:  Meninggal dunia
Direncanakan akan dimakamkan di TPU Cilandak

3. Nama: Dendis Al Latif
Usia: 13 Tahun (15 Des 2008)
Jenis kelamin: Laki-laki
Status: Meninggal dunia
Direncanakan akan dimakamkan di TPU Kampung Kandang

Personel gabungan yang terdiri dari TRC BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas SDA, Tagana Dinsos, Basarnas, TNI/POLRI mulai berhasil menguras air di sekolah itu dan hanya tersisa sekitar 10-20 sentimeter.

"Hal ini akan memudahkan petugas untuk melakukan pembersihan puing-puing reruntuhan tembok. Adapun aliran listrik yang berada di sekitar kawasan sekolah sudah dipadamkan oleh PLN," ujar Isnawa. (m31)

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved