Perdagangan Orang

Suhendar ‘Ayah Sejuta Anak’ di Ciseeng Menyesal setelah Jadi Tersangka Perdagangan Orang

Suhendar, Ayah Sejuta Anak, kini menyesali perbuatannya memperdagangkan anak dengan modus adopsi. Dia tahu, akan mendapat hukuman berat.

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Valentino Verry
Istimewa
Ilustrasi - Suhendar, Ayah Sejuta Anak di Ciseeng, Kabupaten Bogor, meratapi nasibnya setelah ajdi tersangka perdagangan anak dengan modus adopsi. Suhendar terancam hukuman berat sesuai pasal di TPPO. 

WARTAKOTALIVE.COM, BOGOR - Suhendar (32), terduga pelaku perdagangan anak bayi berkedok yayasan di Ciseeng, Kabupaten Bogor, mengakui tindakannya salah dan menyesal atas perbuatannya.

Hal itu diungkapkan Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo Tarigan menanggapi beredarnya berita perdagangan anak.

"Ada opini yang beredar bahwa tersangka tidak merasa dirinya bersalah. Saya pastikan itu tidak benar," kata Siswo, Kamis (6/10/2022).

Siswo menambahkan pria yang dijuluki 'Ayah Sejuta Anak' ini mengakui perbuatannya melanggar hukum.

"Dari penyidikan kami, tersangka mengakui perbuatannya salah dan tidak dibenarkan karena hal itu merupakan perbuatan melanggar hukum," tuturnya.

Menurut Siswo, Suhendar melanggar hukum karena melakukan praktik adopsi ilegal, pengangkatan anak tanpa adanya assessment dari dinas sosial dan tanpa penetapan pengadilan.

Baca juga: Selidiki Kasus Perdagangan Orang, Ponsel Milik Korban Dijadikan Barang Bukti

"Dia melanggar Peraturan Pemerintah No. 54 Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Pengangkatan Anak," paparnya.

Pelanggaran lain yang dilakukan tersangka terkait izin yayasan dan lembaga kesejahteraan sosial.

"Tersangka mematok harga sebesar Rp 15 juta untuk orangtua yang ingin mengadopsi, dengan alasan sebagai pengganti biaya persalinan,” ujarnya.

Baca juga: AT Kabur, Polisi Belum Selidiki Kasus Perdagangan Orang yang Menimpa Bocah di Bekasi

“Padahal faktanya biaya persalinan tersebut telah di tanggung sepenuhnya oleh BPJS," tambah Siswo.

Siswo memastikan pihaknya bekerja obyektif dalam penanganan kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ini.

"Kami bekerja secara objektif berdasarkan fakta-fakta perbuatan dan alat bukti," imbuhnya.

Baca juga: Bareskrim Polri Kebut Pemberkasan Kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang di Karaoke Venesia BSD

Menurut dia, penetapan tersangka atas Suhendar ini sudah memenuhi unsur tindak pidana.

"Penetapan status tersangka sudah sesuai unsur yang terdapat pada Pasal 83 Jo 76F UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 2 UU No. 21 Tahun 2007 tentang TPPO," tandas AKP Siswo Tarigan.

 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved