Banjir Tangerang

Ruas Tol BSD Ditutup Akibat Banjir, Lalin Lumpuh Total, Berikut Jalur Alternatif Menuju Serpong

Bagi pengendara yang ingin melintasi jalur-jalur tersebut, diimbau untuk menggunakan jalur alternatif. 

Editor: Feryanto Hadi
Istimewa
Tol BSD yang lebih dikenal dengan Jalan Tol Pondok Aren-Serpong sejak pukul 16.25 terjadi penutupan jalan. Dalam unggahan pada akun instagram @kabarbintaro, diinformasikan hal tersebut dikarenakan kondisi jalan sudah tidak bisa dilalui kendaraan besar dan kecil akibat banjir mulai melanda kawasan tersebut sejak hujan deras yang mengguyur Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (6/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG-- Jalan Tol BSD atau Jalan Tol Pondok Aren-Serpong terpaksa ditutup karena banjir yang menggenangi ruas jalan tol tersebut pada Kamis (6/10/2022) petang

Tol BSD yang mengarah ke Serpong dan Jakarta terendam banjir setinggi 80 cm dan tidak bisa dilintasi kendaraan. 

"Info terkini pukul 16.58 WIB KM 08 arah Serpong/BSD dan Jakarta ketinggian air 80 cm. Tol BSD ditutup untuk semua jenis kendaraan," tulis akun Twitter resmi Tol BSD, Kamis (6/10/2022)  

"Agar gunakan jalur alternatif lain, mohon maaf atas ketidaknyamanannya." 

Per pukul 18.07, ruas tol Serpong-Pondok Aren juga ditutup.

Banjir tersebut ternyata sudah terjadi sebanyak empat kali selama tahun 2022, hal tersebut disebabkan oleh penyempitan Sungai Cibenda.

Untuk arah Serpong/BSD dan Jakarta saat ini terendam banjir hingga ketinggian 94 sentimeter. 

Bagi pengendara yang ingin melintasi jalur-jalur tersebut, diimbau untuk menggunakan jalur alternatif. 

Untuk arah Jakarta, pengendara bisa menggunakan KM 09.800 belok ke kiri masuk gerbang tol Serpong 2, keluar gerbang tol Parigi atau tol Jakarta-Tangerang. 

Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan hal ini dalam jumpa pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

"Ini dipicu semakin kurangnya daerah-daerah penyimpanan air serta adanya penyempitan Sungai Cibenda," ungkap Hedy.

Baca juga: Kronologi Banjir di MTsN 19 Pondok Labu hingga Tewaskan 3 Murid, Terjadi saat Jam Pulang Sekolah

Sungai Cibenda yang berada di Kelurahan Bubulak dan merupakan anak Sungai Angke, lokasinya pun tak jauh dari Tol BSD.

Hedy mengakui, pada saat pertama kali dioperasikan pada tahun 1999 silam, lokasi di sekitar Tol BSD masih berupa lahan kosong dan aliran Sungai Cibenda memiliki penampang basah yang lebarnya sekitar 9 meter.

Baca juga: Sejumlah Ruas Jalan di Jakarta Terputus Akibat Banjir Akibat Hujan Mengguyur Ibu Kota Selama Dua Jam

Namun, perubahan tata guna lahan di sekitar Tol BSD menyebabkan terjadinya perubahan pola aliran Sungai Cibenda yang semula kurang lebih 9 meter, kini menjadi 3,8 meter dan ada sedimentasi dari Situ Parigi.

Hal inilah yang menyebabkan terjadinya genangan yang tercatat telah terjadi hampir setiap tahun sejak 2019.

Baca juga: Jalan Tol Arah Serpong Mulai Ditutup Akibat Banjir Mulai Melanda Kawasan Tersebut.

Oleh sebab itu, Kementerian PUPR bersama PT Bumi Serpong Damai atau BSD Toll selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola Tol BSD akan membuat retention pond (kolam retensi) sebagai pengendali banjir di ruas tol tersebut.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved