Persija Jakarta

Presiden Persija Mohamad Prapanca Berharap Tragedi Kanjuruhan Jadi Terakhir di Sepak Bola Indonesia

Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca pun turut menyampaikan belasungkawa, seraya berdoa untuk para korban.

Instagram
Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, usai laga Arema FC kontra Persebaya di lanjutan Liga 1 2022/2023 menyisakan duka mendalam.

Tak hanya bagi keluarga besar Arema FC sebagai tuan rumah, namun luka itu menjadi noda hitam bagi sepak bola di Indonesia.

Presiden Persija Jakarta Mohamad Prapanca pun turut menyampaikan belasungkawa, seraya berdoa untuk para korban.

Prapanca pun berharap kejadian yang merenggut lebih dari 100 korban meninggal dunia itu menjadi yang terakhir di dunia sepak bola, khususnya Indonesia.

Baca juga: Liga 1: Ahli Gizi Klinis Persija Emilia Sebut Tubuh dan Pikiran adalah Satu Paket Tidak Terpisahkan

Baca juga: Liga 1: Kompetisi Ditunda Selama Dua Pekan, Pemain Persija Jakarta Tetap Latihan untuk Jaga Stamina

Baca juga: Liga 1: Kapten Persija Andritany Ardhiyasa Ingin Sepak Bola Bisa Dinikmati Tanpa Ada Rasa Takut

"Saya mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya, saya mendoakan untuk semua korban agar mendapat tempat di sisi-Nya dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," kata Prapanca.

"Saya berharap semoga insiden di Malang menjadi kasus terakhir di sepak bola Indonesia," ujar Prapanca.

Imbas dari kejadian tersebut, kini kompetisi sepak bola di Tanah Air, mulai dari Liga 1 hingga Liga 3 harus dihentikan untuk waktu yang belum bisa dipastikan.
 
Untuk saat ini, selama tim investigasi yang sedang melakukan tugas terkait kejadian tersebut, dipastikan tidak ada kompetisi sepak bola yang resmi bergulir.

BERITA VIDEO: Keluarga Korban Tragedi Kanjuruhan Diduga Dipungli Biaya Ambulans

Hal senada dengan Prapanca, Direktur Utama PT Putra Sleman Sembada atau PSS Sleman, Andy Wardhanaputra pun berharap ada kebijakan yang berubah saat liga kembali bergulir.

"Kalau untuk jam pertandingan, idealnya jangan terlalu malam ya, karena kalau sudah terlalu malam ketika jalan pulangnya itu kan lebih rawan bentrokan, jadi kalau bisa lebih maju (kick off)," ujar Andy Wardhanaputra saat dihubungi, Rabu (5/10/2022).

Poin utama yang ia tekankan adalah terkait jam pertandingan. Andy menyebut sebuah pertandingan idealnya tak dilakukan terlalu malam.

Andy berharap jika laga dilaksanakan dengan kehadiran penonton tim lawan, pertandingan bisa bergulir dengan lancar.

Andy berharap, penonton tim tamu bisa menghormati kebijakan yang telah diterapkan oleh panitia penyelenggara.

"Tentu harapannya yang pertama, jam pertandingannya jalan terlalu malam, lebih maju. Dan untuk suporter kalau untuk sekarang ini kan kadang, terutama suporter tamu misal kita sudah kasih jatah (tiket) berapa, mereka bisa lebih menghargai," ungkap Andy.

"Kadang kami kasih 2 ribu yang datang 10 ribu, terus kami sudah siapkan tempat untuk nonton tempat tapi mereka semua maunya masuk ke stadion, dan pihak keamanan mungkin bisa mengantisipasi dengan lebih baik," harap Andy.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved