Pilpres 2024

NasDem DKI Jakarta Pastikan Dana Hibah dari Anies Baswedan Tidak Dipakai untuk Pilpres 2024

DPW Partai NasDem DKI Jakarta memastikan dana hibah dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan dipakai untuk kampanye Pilpres 2024 mendatang.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta Nur Cahyo memastikan dana hibah dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan dipakai untuk kampanye Pilpres 2024 mendatang ketika ditemui di Balai Kota DKI, Kamis (6/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DPW Partai NasDem DKI Jakarta memastikan dana hibah dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak akan dipakai untuk kampanye Pilpres 2024 mendatang.

Diketahui, DPP NasDem telah mendeklarasikan mendukung Anies dalam ajang Pilpres 2024.

“Nggak, itu nggak boleh karena penggunaan dana dari Kesbangpol DKI Jakarta diawasi oleh BPK dan harus dilaporkan. Jadi, kami tidak berani melanggar dari apa yang sudah digariskan oleh UU dan peraturan lainnya,” kata Ketua DPW Partai NasDem DKI Jakarta Nur Cahyo pada Kamis (6/10/2022).

Pria yang akrab disapa Yoyo ini menyatakan, dana hibah dari Pemprov DKI Jakarta sebesar Rp 1,5 miliar akan digunakan untuk kegiatan pendidikan politik di masyarakat. Harapannya masyarakat bisa lebih cerdas dalam berpolitik di Tanah Air.

“Kami kan ada diskusi-diskusi dengan anak muda, kami akan membentuk pendidikan politik yang ada di Akademi Bela Negara. Di situlah kami fokuskan pada pendidikan pendidikan, karena kami memang sudah ada instrumennya,” jelasnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyalurkan dana hibah bantuan kepada partai politik (parpol) 2022 sebesar Rp 27,5 miliar. Dana hibah tersebut diberikan kepada sembilan parpol yang kadernya menjadi anggota DPRD DKI Jakarta.

“Semoga dana hibah ini dapat dimanfaatkan oleh parpol untuk kegiatan yang positif,” ujar Anies, saat silaturahmi dan penandatanganan berita acara serah terima bantuan keuangan kepada partai politik tahun anggaran 2022, Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (6/10/2022).

Selain itu, Anies juga berharap para parpol dapat melakukan pendidikan politik bagi para kadernya. Dia juga meminta dana tersebut dapat digunakan untuk melakukan sosialisasi politik bagi masyarakat. 

Menurut Anies, pendidikan politik dinilai penting agar masyarakat bisa lebih dewasa dalam menyikapi kontestasi politik yang akan datang. “Aspirasi aktifnya warga di dalam memantau proses politik itu akan berdampak pada peningkatan mutu dari pengambilan kebijakan mutu oleh partai politik,” kata Anies.

Adapun rincian dana hibah yang diterima oleh para parpol adalah sebagai berikut:

1. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan DKI Jakarta Rp 6.681.620.000 (Rp 6,6 miliar).

2. Partai Gerindra DKI Jakarta Rp 4.678.965.000 (Rp 4,6 miliar).

3. DPW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta Rp 4.585.025.000 (Rp 4,5 miliar).

4. Partai Solidaritas Indonesia DKI Jakarta Rp 2.022.540.000 (Rp 2 miliar).

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved