Persija Jakarta

Liga 1: Ahli Gizi Klinis Persija Emilia Sebut Tubuh dan Pikiran adalah Satu Paket Tidak Terpisahkan

Di sela-sela menunggu digelarnya kembali kompetisi Liga 1 2022/2023, Persija Jakarta punya program Persija Healthy Way.

Penulis: Sigit Nugroho | Editor: Sigit Nugroho
Liga 1: Ahli Gizi Klinis Persija Emilia Sebut Tubuh dan Pikiran adalah Satu Paket Tidak Terpisahkan
Istimewa
Logo Persija

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persija Jakarta sedang menunggu jadwal pertandingan kompetisi Liga 1 2022/2023 paska dihentikan sementara menyusul kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.

Di sela-sela menunggu digelarnya kembali kompetisi, Persija punya program Persija Healthy Way.

Clinical Dietitian atau ahli gizi klinis Persija Jakarta, Emilia E Achmadi, menjelaskan bahwa secara detail bahwa tubuh dan pikiran adalah satu paket yang tak terpisahkan.

Menurut Emilia, tahap pertama yang harus dilakukan adalah mengetahuin kualitas tubuh lebih dahulu.

Jika sudah mengatui kondisi tubuh, maka akan lebih ideal dalam mempersiapkan diri dalam proses menuju performa yang diinginkan.

Baca juga: Liga 1: Kompetisi Ditunda Selama Dua Pekan, Pemain Persija Jakarta Tetap Latihan untuk Jaga Stamina

Baca juga: Liga 1: Kapten Persija Andritany Ardhiyasa Ingin Sepak Bola Bisa Dinikmati Tanpa Ada Rasa Takut

Baca juga: Liga 1: Asisten Pelatih Persija Jakarta Pasquale Rocco Berharap Penundaan Kompetisi Tak Terlalu Lama

"Untuk tahu performa, kita harus diawali dengan modal yang ada. Kalau bicara modal bicara evaluasi. Bicara evaluasi kita harus tahu kualitas tubuh seseorang," kata Emilia dikutip dari persija.id.

Ada tiga cara untuk mengetahui kualitas tubuh seseorang.

"Assestment pertama adalah komposisi tubuh yang terkait dengan mucles mass, body fat, kekuatan tulang, dan cairan di dalam tubuh. Aanalisasi komposisi tubuh sangat penting,” ujar Emilia.

“Kedua melihat kekuatan, ledakan powernya. agilitas, endurance dan staminanya. Ketiga harus melihat fungsi organnya. Bagaimana tubuhnya mengolah makanan dan mendeliver energi,” terang Emilia.

Assestment akan membawa kita ke satu bancmark.

Modal yang dimiliki tubuh seorang pemain bola menentukan prgram latihan yang akan dilakukan untuk mencapai perfoma maskismalnya.

BERITA VIDEO: Menpora Zinudin Amali Hadiri Turnamen Mini Soccer Media Cup 2022 di Cilandak

"Kalau bicara program, kita bicara program latihan fisik, durasi, intesitas, kemudian frekuensi. Dari hal itu kita bisa mendesain program pola makan. Bukan makan kenyang. Konsep yang perlu diubah adalah makan tidak cukup hanya kenyang," tutur Emilia.

“Dengan melakukan program pola makan yang baik, dengan mengetahui saya menyiapkan energi dengan modal yang saya punya, dan program yang didesain oleh pelatih akan memberikan kepada seorang pemain sebuah kepercayaan diri. Kepercayaan diri dan mental itu sangat mempengaruhi performa di lapangan," papar Emilia.

"Untuk menciptakan pemain berkaliber dunia, kita bicara cara pemain mengontrol tubuh dan pikiran. Tubuh dan pikiran satu unit untuk pesepak bola profesional,” ucap Emilia.

Jadi, kesimpulannya adalah jika tubuh kita sudah berada di level terbaik setelah menjalani program latihan dan pola makan, maka dalam pikiran akan memproses bahwa kita sudah siap bertanding.

Kondisi itu membuat seorang pemain lebih percaya diri dalam menerapkan strategi permainan yang diinginkan pelatih.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved