Breaking News:

Stunting Jakarta

Jelang Anies Baswedan Pensiun, Wali Kota Jakarta Utara Berjibaku Entaskan Stunting dalam sekejap

Jelang Anies Baswedan pensiun dihinggapi isu atk sedap, yakni kasus stunting yang amsih terajdi di sebagan wilayah. Ini harus dientaskan!

Penulis: M. Rifqi Ibnumasy | Editor: Valentino Verry
warta kota/m rifqi ibnu masy
Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim menandatangani kesepakan mengentaskan stunting di wilayahnya bersama elemen masyarakat, Rabu (5/10/2022). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DKI Jakarta sebentar lagi akan ditinggal Anies Baswedan, namun masih ada beberapa hal penting yang belum tuntas.

Memang tak mudah mengatasi persoalan pelik Jakarta dalam tempo lima tahun, namun yang sifatnya mendasar itu menjadi kewajiban.

Seperti soal stunting atau gizi buruk, hal itu menjadi kewajiban tiap pemimpin daerah untuk mengentaskan sebelum pensiun.

Nah, untuk mewujudkan kota zero stunting, Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim membantu Anies dengan menggelar rembuk stunting, Rabu (5/10/2022).

Acara tersebut diadakan di Hotel Harris Kelapa Gading, Jakarta Utara dengan menggandeng berbagai elemen pemangku kepentingan.

"Untuk mewujudkan hal tersebut, perlu kerja sama dan partisipasi dari banyak pihak. Pemerintah Kota, DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan sektor non pemerintah, sampai dengan masyarakat harus berkolaborasi," kata Ali.

Baca juga: Cegah Anemia dan Stunting, 1,3 Juta Siswi Se-Jabar Serentak Minum Tablet Tambah Darah

Melalui program tersebut, Ali berharap kasus stunting yang menimpa balita di Jakarta Utara akan berkurang dan akhirnya kota zero stunting dapat terwujud.

"Dalam pertemuan awal kegiatan tahun 2022, melalui master ansit sudah didapatkan tujuh kelurahan lokus stunting, di mana lokasi-lokasi tersebut akan menjadi wilayah prioritas dalam aksi konvergensi percepatan penurunan stunting tahun 2022 Kota Administrasi Jakarta Utara," ucapnya.

"Saya berharap dengan diadakannya kegiatan ini dapat menjadikan komitmen bersama, dapat menjadi dasar gerakan penurunan stunting kota melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar OPD, penanggung jawab pelayanan dan partisipasi masyarakat," lanjutnya. 

Baca juga: Pejabat di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang Butuh Rp 1 M untuk Menangani 578 Anak Stunting

Sementara itu, Kasudin Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara, Lysbeth Regina Panjaitan mengatakan kegiatan ini sebagai implementasi Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan Peraturan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2021.

"Aksi pertama adalah analisa situasi yang sudah dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022, dari sana sudah ditetapkan sebanyak tujuh kelurahan sebagai lokus stunting," katanya.

"Aksi kedua adalah penyusunan rencana kegiatan/ roadmap, yang dilaksanakan pada tanggal 9 dan 10 Agustus 2022 lalu dengan penyusunan rekomendasi yang dihasilkan analisis situasi ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara dalam bentuk dukungan kegiatan masing-masing OPD," ungkapnya.

"Untuk aksi ketiga ini dilakukan rembuk stunting yang nantinya akan menjadi dasar gerakan penurunan stunting kota melalui integrasi program/kegiatan yang dilakukan antar OPD, penanggung jawab layanan dan partisipasi masyarakat," tutupnya.

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved