Terdakwa Investasi Bodong Binomo Indra Kenz Dituntut 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 10 miliar

Terdakwa kasus penipuan trading binary option aplikasi Binomo, Indra Kenz dituntut hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar.

Warta Kota/Gilbert Sem Sandro
Terdakwa kasus penipuan trading binary option aplikasi Binomo, Indra Kenz dituntut hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar dalam sidang pembacaan tuntutan JPU Kejari Tangsel di Pengadilan Negeri Tangerang. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Terdakwa kasus penipuan trading binary option aplikasi Binomo Indra Kesuma alias Indra Kenz dituntut hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 10 miliar.

Tuntutan terhadap terdakwa investasi bodong itu disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tangerang Selatan, Primayuda Yutama.

Indra Kenz dinyatakan secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dan menyesatkan.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun, dikurangi selama masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa," ujar JPU Primayuda Yutama dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Rabu (5/10/2022).

"Menjatuhkan pidana tambahan berupa denda sebesar Rp 10 miliar rupiah, bilamana tidak dibayar, diganti dengan pidana kurungan selama 12 bulan," sambungnya.

Terdapat lima hal yang memberatkan JPU Kejari Tangerang Selatan atas tuntutan yang diberikan terhadap Indra Kenz.

Pertama, Indra Kenz telah merugikan masyarakat luas berskala nasional yang berjumlah 144 orang, dengan nilai kerugian total sebesar Rp 83.365.707.894.

Kemudian, Indra Kenz terbukti telah menikmati hasil kejahatannya untuk digunakan membiayai gaya hidup mewah.

Baca juga: Enam Saksi Korban Afiliator Trading Binomo Dihadirkan, Video Indra Kenz Diputarkan dalam Sidang

Selanjutnya, Indra Kenz disebut tidak kooperatif, lantaran tidak mengakui sumber keuangannya berasal dari hasil kejahatan. Lalu, kejahatan yang dilakukan Indra Kenz tergolong canggih dengan memanfaatkan kemajuan teknologi khususnya dalam masalah transaksi keuangan.

"Dan terakhir, terdakwa telah mencoba untuk mengelabui dan mengecoh Ketua Majelis Hakim dan JPU, dimana saat pemeriksaan di persidangan, terdakwa menggunakan demo penggunaan aplikasi binomo dan mengatakan, bahwa aplikasi binomo masih beroperasi sesuai dengan transfer market mata uang global," kata dia.

"Padahal domain situs aplikasi binomo yg digunakan terdakwa, berbeda dengan domain situs aplikasi binomo yang terdakwa gunakan saat menjadi afiliator," ungkapnya.

Sidang terdakwa yang memiliki jargon 'wah murah banget' itu baru digelar di ruang sidang utama PN Tangerang, saat menjelang malam, yakni pukul 18.30 WIB.

Baca juga: Indra Kenz Sedih Usai Ikuti Sidang di PN Tangerang, JPU Tolak Eksepsi karena Dianggap tak Berdasar

Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Rahman Rajagukguk dan dihadiri belasan korban dari penipuan aplikasi Binomo.

Usai tuntutan dibacakan, afiliator asal Medan yang hadir secara virtual itu terlihat lesu dan pasrah. 

Dengan mengenakan kemeja batik berwarna hitam dan cokelat, Indra Kenz terunduk lesu saat seluruh tuntutan terhadap dirinya disampaikan JPU Kejari Tangsel.

Indra Kenz Pasal 45A ayat (1) Jo Pasal 28 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 3 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. (m28)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved