Rusuh Arema Persebaya

Telusuri Titik Penting Tragedi Kanjuruhan, Komnas HAM: Tembakan Gas Air Mata Pemicu Kepanikan

Choirul Anam menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendatangi sejumlah titik penting lokasi pemicu Tragedi Kanjuruhan.

warta kota/leonardos wical
Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam mengatakan hasil penelusuran pihaknya menemukan bahwa tembakan gas air mata memicu kepanikan dan tragedi Kanjuruhan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA PUSAT – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam menjelaskan bahwa pihaknya sudah mendatangi sejumlah titik penting di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menjadi lokasi tewasnya 131 orang saat kerusuhan usai laga Arema FC Vs Persebaya terjadi dan berubah tragedi.

"Selama ini yang berkembang di masyarakat adalah kericuhan atau kekerasan yang terjadi ketika supporter merangsek ke lapangan. Nah kami menelusuri itu apakah benar atau tidak," ujar Choirul Anam dalam keterangannya, Rabu (5/10/2022). 

Menurut Anam dari hasil pendalaman dan konfirmasi kepada sejumlah Aremania, diketahui mereka masuk ke lapangan justru untuk memberikan semangat dan berkomunikasi dengan para pemain meskipun tim-nya mengalami kekalahan.

"Kami melakukan cross check kepada para supporter, pemain, dan pemain terakhir yang meninggalkan lapangan. Mereka menyampaikan, tujuan awalnya adalah hanya ingin memberi semangat meskipun mengalami kekalahan. 'Ini satu jiwa, ayo Arema jangan menyerah' begitu kata suporter kurang lebihnya," ujar Anam.

Bahkan, kata Anam salah satu pemain Arema yang ditemuinya menunjukkan bukti berupa video amatir yang diambil orang lain.

Dari video tampak tak ada keributan usai laga berakhir meski Arema FC tumbang oleh Persebaya 2-3.

Baca juga: FIFA Bakal Datang ke Indonesia, Wasekjen PSSI Pastikan Bukan untuk Investigasi Tragedi Kanjuruhan

"Ini saya Mas, ketika saya dirangkul oleh supporter. Kami pelukan dan ada satu komunikasi bahwa 'ini satu jiwa, ayo jangan menyerah, jangan menyerah' begitu," kata Anam menirukan ucapan salah satu pemain sambil menunjukkan rekaman video amatir kepada Anam. 

Hal tersebut kata Anam merupakan bukti bahwa tidak ada pemain yang terluka.

Dinamika tersebut, kata Anam dianggap penting oleh Komnas HAM untuk ditelusuri secara mendalam.

Baca juga: Minta TGIPF Rampungkan Investigasi Tragedi Kanjuruhan Secepatnya, Jokowi: Barangnya Kelihatan Semua

Kemudian dianalisis pula proses detik-detik hingga kerusuhan terjadi. "Sebenarnya sekian menit itu, kondisi lapangan terkendali," ujar Anam. 

Kericuhan kata Anam baru terjadi pada saat polisi menembakkan gas air mata. Anam menyayangkan hal tersebut harus terjadi.

"Gas air mata lah yang membuat suporter panik. Sehingga para supporter terkonsentrasi di beberapa titik pintu keluar. Ada pintu yang terbuka sempit dan ada pintu yang tertutup. Itulah yang membuat banyak korban berjatuhan," kata Anam.

Baca juga: Usai Tragedi Kanjuruhan, Bonek Berencana Turunkan Ketua PSSI Iwan Bule

Anam mengaku, hingga saat ini pihaknya masih mendalami proses perencanaan pengamanan sebelum laga Arema FC Vs Persebaya digelar.

Hal tersebut katanya diperlukan untuk melihat adakah briefing, simulasi, dan gladi bersih atau tidak oleh pihak panitia pelaksana dan pihak keamanan.

"Kami berharap akan ada banyak informasi dan keterangan yang komprehensif. Sehingga kami bisa melihat terangnya peristiwa soal perencanaan pengamanan di sana," ujar Anam. (m40)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved