Pj Gubernur DKI Jakarta

Survei KPN, Masyarakat Ingin Politik Identitas Berakhir di Kepemimpinan Anies Baswedan

Hasil survei Kajian Politik Nasional, sebagian besar warga Ibukota Jakarta tidak mengetahui jabatan Anies berakhir pada 16 Oktober 2022.

Wartakotalive/Gilbert Sem Sandro
Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul, saat diwawancarai awak media di Tangerang berbicara soal peluang Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Kajian Politik Nasional (KPN) melakukan survei terkait pengganti Gubernur DKI Jakarta pasca masa kepemimpinan Anies Baswedan

Hasilnya, sebagian besar warga Ibukota Jakarta tidak mengetahui jabatan Anies berakhir pada 16 Oktober 2022.

"Kami melakukan survei terhadap calon Penjabat - Pj Gubernur DKI Jakarta, hasilnya sebanyak 66 persen warga Jakarta tidak tahu Anies dan Riza Patria akan berakhir Oktober ini, sedangkan 34 persen mengetahui masa jabatan berakhir," ujar Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul, di Tangerang, Selasa (4/10/2022).

Kemudian, KPN pun menyodorkan pertanyaan terkait nama yang akan dipilih sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta masa tugas 2022-2024, yakni Heru Budi Hartono, Bahtiar, dan Maralullah Matali. 

Dan hasilnya, sebanyak 42 persen responden memilih Bahtiar Baharuddin untuk menahkodai DKI Jakarta sebagai Pj Gubernur.  

Baca juga: Masyarakat Jakarta Ingin Bahtiar Baharuddin Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

"Sementara 26 persen responden memilih Marullah Matali, 7 persen Heru Budi Hartono dan 25 persen responden tidak menjawab," kata dia.

Adib menuturkan, banyaknya pilihan publik pada Bahtiar lantaran 26 persen responden menghendaki Pj Gubernur DKI Jakarta sosok yang netral dari kepentingan politik, 12 persen menghendaki netral dari polarisasi masa lalu.

Sementara, lanjutnya, 34 persen menginginkan sosok yang ramah dan merakyat.

"Sebanyak 26 persen responden menghendaki Pj Gubernur DKI Jakarta netral dari kepentingan politik, itu kata kunci dari survei ini. Angka tersebut merujuk kepada sosok Bahtiar yang latar belakang birokrat dan bisa menjadi jembatan antara kepentingan Pemprov DKI Jakarta dengan pemerintah pusat," terangnya.

Bahtiar Baharuddin calon Pj Gubernur DKI Jakarta
Bahtiar Baharuddin calon Pj Gubernur DKI Jakarta (Istimewa)

Menurutnya, peta politik di DKI Jakarta sejak medio 2017 kental dengan politik identitas, sehingga harapan publik pun tercermin dari angka 12 persen Pj Gubernur DKI Jakarta netral dari polarisasi masa lalu.

"Dari tiga sosok calon Pj Gubernur DKI Jakarta sangat mudah dianalisa, misalnya Heru kental dengan pusaran istana, Marullah dicap sebagai orangnya Anis Baswedan. Makanya sangat logis Bahtiar menjadi titik tengah yang dipilih warga DKI, karena mereka ingin merdeka dari polarisasi," katanya

Baca juga: Bahtiar Dinilai Mampu Akhiri Perseteruan Cebong dan Kadrun saat Jadi Pj Gubernur DKI Jakarta

Kemudian Komunikolog Politik dari Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan menambahkan, pilihan responden kepada Bahtiar Baharuddin karena menginginkan figur Pj Gubernur yang tidak terafiliasi secara politik.

"Jika kita menggunakan pendekatan analisa SWOT, tentunya Heru itu dekat dengan lingkaran kekuasaan di Istana. Tentunya ada poin-poin di benak masyarakat nantinya ketika di 2024 terjadi kontestasi, akan terjadi ketidakseimbangan, terjadi keberpihakan," tambah Tamil.

Tamin menambahkan, sosok Marullah selaku Sekda DKI Jakarta pun dinilai sangat dekat dengan Anies Baswedan, sehingga adanya keterikatan emosi keduanya.

"Sedangkan sosok Bahtiar, lebih independen daripada Heru dan Marullah, itu poinnya," ucap dia.

Survei tersebut dilakukan kepada 600 responden di DKI Jakarta  dengan metode Multistage Random Sampling yang dilakukan melalui kuesioner digital dan sambungan telepon.

Margin error 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (m28)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved