Strategi Pemasaran 'Bercerita' yang Kreatif Disebut Bisa Tingkatkan Penjualan Online Shop

pemasar yang melibatkan cerita penggambaran kreatif dalam strategi kampanye mereka dapat membuat merek menonjol secara efisien.

Editor: Ahmad Sabran
HO
Country Head Xapads Media di Indonesia, Edo Fernando 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA- Musim perayaan (festive season) di akhir tahun sebentar lagi akan mulai berlangsung dan banyak pembeli bersemangat untuk menyelami berbagai penawaran marketplace untuk mencari produk baru dan penawaran hebat.

Country Head Xapads Media di Indonesia, Edo Fernando dalam keterangan persnya memperkirakan, pada momen tersebut penjualan online akan mampu mencapai 5.717 Miliar dolar AS.

Ia menyebut konsumen bersedia mengeluarkan lebih banyak uang untuk berbagai perayaan di kuartal 4-2022. Antusiasme tersebut dimungkinkan karena mereka menantikan belanja online yang juga menghadirkan peluang besar bagi merek.

“Pemasar dapat memanfaatkan konsumen untuk membangun pijakan yang lebih baik dan menciptakan nilai yang luar biasa di dalam pikiran mereka untuk mendorong keterlibatan secara efektif. Namun mungkin timbul pertanyaan, bagaimana hal itu bisa terjadi, terutama di musim perayaan ketika merek dan konsumen sama-sama proaktif di toko online? Di sinilah perlunya Storytelling Creatives bagaimana merek dapat mengoptimalkan kekuatan tersebut untuk meningkatkan penjualan,” ujar Edo.

Baca juga: Jelang Pensiun, Anies Baswedan Pamit sebagai Gubernur DKI Jakarta dengan PMI

Dikatakannya, pemasar yang melibatkan cerita penggambaran kreatif dalam strategi kampanye mereka dapat membuat merek menonjol secara efisien. Ini karena pesan storytelling berfokus pada daya tarik emosional yang menyentuh sentimen pengguna dan mereka berinteraksi dengan merek secara efisien.

Strategi membangun cerita yang customized merupakan cara efektif untuk menggaung, mendorong kesadaran merek & menembus persaingan pasar; dan inilah 'bagaimana & mengapa' membangun hubungan antara merek dan audiens ada pada tahap awal promosi kampanye.

Iklan Multimedia:

Setiap cerita dilengkapi dengan keterkaitan; demikian juga, setiap storytelling creative hadir dengan emosi yang mendorong pengguna untuk berinteraksi dengannya, di mana Iklan Multimedia membuat merek menonjol.

"Selama waktu perayaan, cara terbaik untuk menarik perhatian pengguna adalah dengan memfasilitasi mereka dengan Iklan Multimedia di mana pesannya dapat berhubungan dengan kata-kata dan sentimen pengguna. Misalnya, memiliki pesan yang dapat terhubung dengan pengguna pada Ramadhan Idul Fitri, Tahun Baru, dll," ujarnya.

Pesan yang terhubung dapat mendorong mereka untuk lebih berhubungan dengan merek dan melakukan tindakan yang diinginkan.

Semakin banyak materi iklan yang menggabungkan daya tarik emosional, semakin banyak pengguna akan terhubung dan berinteraksi dengan suatu merek. Pesan yang dipersonalisasi yang dapat berhubungan dengan pengguna dalam sekali jalan membantu pemasar memenangkan hati mereka seumur hidup karena ketika pengguna merasa dihargai, ia secara otomatis memberikan nilai pada merek yang juga membantu mendukung kampanye.

Retargeting:

Beberapa kali pengguna dapat menjadi bosan atau tidak aktif pada sebuah aplikasi karena alasan tertentu yang tidak diketahui; dengan demikian, pengeluaran iklan yang dilakukan pada Kampanye juga harus didukung oleh Strategi Retargeting yang kuat pada tahap awal pelaksanaannya sendiri.

Selain itu, ketika menuju hari raya, peralihan merek di pasar online dapat menjadi kemungkinan karena konsumen selalu ingin memiliki 'More in Less' dan secara aktif mencari penawaran yang lebih baik.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved