Rusuh Arema Persebaya

Soal Tragedi Kanjuruhan, Pengamat Salahkan PSSI, PT LIB, dan Pihak Keamanan

Tragedi Kanjuruhan dinilai pengamat sepak bola Anton Sanjoyo merupakan kesalahan dari PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan pihak keamanan.

Editor: Rendy Renuki
Dok. Wartakota SURYA/SUGIHARTO
Tragedi Kanjuruhan dinilai pengamat sepak bola Anton Sanjoyo merupakan kesalahan dari PSSI, PT Liga Indonesia Baru, dan pihak keamanan. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyebab tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, yang menewaskan 131 orang masih terus diselidiki.

Pengamat sepak bola, Anton Sanjoyo menilai jika tragedi yang terjadi usai laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya itu merupakan kesalahan dari PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan pihak kemananan.

Pria yang karib disapa Bung Joy itu menyalahkan PSSI, PT LIB, dan pihak keamanan yang kurang peka terhadap penanganan krisis di pertandingan tersebut.

Padahal, contoh nyata sempat terjadi di pertandingan pekan sebelumnya di Liga 1 2022/2023.

Di mana terjadi kericuhan serupa di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, saat Persebaya kalah oleh RANS Nusantara FC.

Pada akhir pertandingan, suporter Persebaya juga merangsek masuk ke lapangan, dan merusak sejumlah fasilitas di lapangan.

"Jadi sebetulnya saya menuding PT LIB, PSSI, dan pihak keamanan tidak punya sense of crisis dalam persoalan ini," kata Bung Joy melansir dari Tribunnews.com, Rabu (5/10/2022).

"Mereka hanya menilai ini bukan bentrokan suporter, ya memang bukan. Tapi suporter yang marah ya bisa jadi fatal juga. Nah ini yang luput, padahal kan persitiwa Surabaya belum lama," sambungnya.

Pengamat sepak bola ini juga turut menyoroti soal kelebihan kapasitas penonton di Stadion Kanjuruhan. Namun dirinya ingin melihat Faktanya di lapangan lebih dahulu.

Seperti diketahui, diberitakan sebelumnya bahwa panitia penyelenggara menjual tiket sebanyak 45 ribu.

Penjualan tiket itu pun sudah melanggar ketentuan dan melebihi dari kapasitas Stadion Kanjuruhan yang berkapasitas 42 ribu penonton.

"Ya, katanya demikian yang harus kita cari tahu dulu kebenaran Faktanya apakah benar panitia mencetak lebih dari kepastian stadion itu harus kita cek juga," ujar Bung Joy.

Secara keseluruhan, Anton melihat tragedi di Stadion Kanjuruhan merupakan ajang evaluasi besar-besaran terhadap jalannya Liga di Indonesia.

Menurutnya, semua stakeholder punya peran kesalahan masing-masing atas kejadian di Kanjuruhan.

Mulai dari suporter yang turun ke lapangan, antisipasi pihak keamanan yang berlebihan hingga melontarkan gas air mata.

Serta jadwal pertandingan yang terlalu malam, hingga hadirnya penonton di lapangan yang sudah melebihi kapasitas.

Baca juga: Jokowi Hubungi Presiden FIFA Bahas Tragedi Kanjuruhan, Indonesia Kena Sanksi?

"Nah ini lah kalau kita bicara siapa yang salah yang harus kita bobot dulu, pihak PSSI bagaimana, Panpel kan nempel ke PSSI. Pihak keamanan juga, terus sikap dari broadcaster gimana apakah ada peran juga," kata Anton.

"Ini yang harus kita pilah satu-satu sehingga bisa kita lihat masalah ini dengan jernih dan untuk sampai pada oh yang salah bobot paling tinggi itu si A nanti kemudian kalau ada sanksi, sanksinya sesuai bobot. Ya kira-kira begitu," pungkasnya.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved