Transjakarta

Sempat Dapat Usulan dari Menteri Soal Tempat Sampah di Transjakarta, Anies: Kantongi Bawa Pulang

Anies Baswedan berusaha membangun kebiasaan atau tradisi masyarakat menjaga kebersihan di moda transportasi milik Pemprov DKI Jakarta.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Sigit Nugroho
Wartakotalive/Miftahul Munir
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tidak mau berkomentar siapa calon Wakil Presiden 2024-2029 yang pas untuk mendampingi dirinya di Pemilu tahun depan Rabu (5/10/2022) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan tidak menempatkan tempat sampah di transportasi umum milik Pemprov DKI Jakarta.

Hal ini demi membiasakan masyarakat membawa pulang sampah ke rumah demi menjaga kebersihan angkutan umum.

"Teman-teman, bapak ibu menteri itu tanya ke saya, pak Gubernur boleh usul enggak? Itu kurang tempat sampah, terus kami jawab tidak ada tempat sampah," kata Anies di gedung Kompas Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Baca juga: Masih Fokus Urus Jakarta, Anies Baswedan Tak Mau Komentari Calon Wapres 2024

Baca juga: Masih Fokus Urus Jakarta, Anies Baswedan Enggak Berkomentar Tentang Pilpres 2024

Baca juga: Anies Baswedan Berharap Adanya Jakarta Recylcling Center Ubah Kebiasaan untuk Memilah Sampah

Anies menyarankan sampah yang dipegang untuk dikantongi dan dibuang ke tong sampah luar angkutan umum.

Hal ini untuk membangun kebiasaan atau tradisi masyarakat menjaga kebersihan di moda transportasu milik Pemprov DKI.

"Jadi alat transportasi jangan dipandang sebagai alat pemindah barang (untuk buang sampah)," jelas Anies.

BERITA VIDEO: Kunjungi Kompas, Anies Pamer Keberhasilan Pimpin Jakarta

Sebelumnya, Anies terus memerbaiki pelayanan transportasi umum demi kenyamanan dan keamanan masyarakat.

Selain itu, Anies juga ingin masyarakat terbiasa menggunakan moda transportasi yang terintegrasi.

Sehingga, warga yang ada di Jakarta meninggalkan kendaraan pribadinya di rumah dan memilih berpergian dengan kendaraan umum.

Pria berkacamata itu mengaku, dengan beralihnya ke transportasi umum maka akan mengurai kemacetan di Jakarta.

Sebab, penyebab kemacetan di Jakarta karena banyaknya masyarakat yang gunakan kendaraan pribadi.

"Harus ada rekayasa atau intervensi tapi bukan hal negatif ya, ini untuk memotong ketersendirian menjadi rasa kebersamaan," kata Anies di gedung Kompas Jakarta Rabu (5/10/2022).

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved