Rusuh Arema Persebaya

Ratusan Aremania Tewas, Komnas HAM Dalami Dugaan Penggunaan Gas Air Mata Kedaluarsa di Kanjuruhan

Komnas HAM yang telah datang langsung ke Malang menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM yang dialami Aremania

Editor: Feryanto Hadi
Surya Malang/Purwanto
Kericuhan suporter Areman FC yang bentrok melawan polisi buntut kekalahan Arema FC dalam pertandingan Liga 1 melawan Persebaya Surabaya dengan skor 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022) malam 

WARTAKOTALIVE.COM, MALANG-- Kepala Polisi Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Nico Afinta meminta maaf atas insiden tragedi Kanjuruhan.

Nico mengakui kesalahan dalam pengamanan di sana sehingga ratusan nyawa hilang dalam tragedi tersebut.

Mabes Polri pun kini sedang menyelidiki soal penggunaan gas air mata.

Dalang yang memerintahkan penembakan gas air mata sedang dicari.

Sementara itu, muncul dugaan gas air mata kedaluwarsa yang digunakan dalam tragedi Arema pada Sabtu, 1 Oktober 2022 menjadi salah satu yang akan dicermati Komnas HAM.

Baca juga: Soal Potensi Sanksi Buntut Tragedi Kanjuruhan, Jokowi: Keputusan Apa Pun Kewenangan FIFA

Baca juga: Sempat Sebut Tembakan Gas Air Mata sesuai SOP, Irjen Nico Afinta Kini Akui Ada Kesalahan Pengamanan

Tak hanya itu, bahaha gas air mata sendiri nyatanya bisa sebabkan seseorang sulit bernapas, mual, muntah hingga iritasi kulit. 

Sementara itu, Komnas HAM yang telah datang langsung ke Malang menemukan indikasi adanya pelanggaran HAM yang dialami Aremania dalam tragedi Stadion Kanjuruhan Malang yang merenggut nyawa 131 orang itu.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam secara terbuka mengatakan dugaan penggunaan gas air mata yang telah kedaluwarsa akan turut didalami di samping indikasi pelanggaran HAM yang sudah nampak.

Bahkan dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa itu menjadi kunci pernyataan pihaknya ke petugas medis.

“Gas pasti punya kedaluwarsa itu akan menjadi kunci kami tanya ke medis. Apakah ini karena sesak nafas, kadar oksigen dan lainnya seperti apa," ujar Choirul Anam, Senin (3/10/2022) di Malang.

Baca juga: Baru Gabung PP, Akankah Nikita Mirzani Ikuti Arahan Ketum untuk Coblos Anies Baswedan di Pilpres?

Dugaan adanya pelanggaran HAM sangat terbuka terlihat dari banyak video yang beredar di media sosial.

Terlebih adanya video yang beredar di medsos yang menunjukkan oknum TNI menendang Aremania hingga tersungkur.

Terkait hal itu, Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menuturkan indikasi pelanggaran HAM memang terlihat dalam insiden itu.

“Kami akan telusuri objektivitasnya seperti apa. Kalau di video yang tersebar diberbagai kalangan memang juga ada tindak kekerasan. Untuk itu kami berharap beberapa hari ke depan seluruh pihak bisa tranparan ke kami termasuk polisi dan TNI,” kata Choirul Anam.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved