Rusuh Arema Persebaya

Presiden Jokowi Minta Tidak Ada yang Ditutupi oleh TGIPF dalam Investigasi Stadion Kanjuruhan Malang

Sebanyak 131 orang meninggal dunia usai pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya Surabaya. 

Penulis: Desy Selviany | Editor: Sigit Nugroho
Istimewa
Presiden Jokowi memerintahkan Ketua Umum PSSI Iwan Bule untuk menghentikan Liga 1 sepak bola Indonesia hingga waktu yang tidak ditentukan. Pengumuman penghentian Liga 1 Indonesia itu diumumkan Jokowi usai kematian 129 orang dalam tragedi kerusuhan Arema FC Vs Persebaya yang berlangsung di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur pada Sabtu (1/10/2022) malam.  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Jokowi meminta Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) bongkar semua temuan terkait kerusuhan Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Presiden Jokowi meminta tidak ada yang ditutup-tutupi oleh TGIPF dalam investigasi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. 

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat menyambangi RS Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Jawa Timur, Rabu (5/10/2022). 

Presiden Jokowi mengatakan tujuannya membantu TGIPF kerusuhan Kanjuruhan yang dikomandoi Menkopolhukam Mahfud MD. 

Baca juga: Lima Prajurit TNI Diperiksa Soal Kekerasan Terhadap Suporter Arema FC, Empat Orang Sudah Mengaku

Baca juga: Pada HUT ke-77 TNI, Presiden Jokowi Mengaku Sudah Bersiap dengan Adanya Ancaman Geopolitik Global

Baca juga: Bentuk TGIPF Kerusuhan Kanjuruhan, Jokowi: Jangan Ada yang Ditutupi!

Presiden Jokowi ingin tidak ada hal yang ditutupi dalam hasil investigasi kerusuhan Kanjuruhan, Malang. 

“Kenapa kami bentuk tim pencari fakta independen, karena kami ingin kasus ini diusut tuntas. Tidak ada yang ditutup-tutupi,” kata Presiden Jokowi dikutip dari Suryamalang.com. 

Siapa pun yang bersalah dalam kasus Kanjuruhan ini kata Jokowi harus dipidana dan disanksi.

Apalagi, 131 orang dinyatakan tewas akibat kerusuhan usai pertandingan Arema FC vs Persebaya Surabaya

BERITA VIDEO: Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Coba Bujuk FIFA Terkait Nasib U20 di Piala Dunia

Oleh karena itu, Presiden Jokowi ingin mengetahui akar masalah dari penyebab tragedi terbesar kedua di dunia dalam pertandingan sepak bola tersebut. 

Jokowi meyakini bahwa kasus tersebut bisa dibongkar. Sebab, kata Jokowi semua barang bukti sudah terlihat. 

“Sudah oleh Menkopolhukam bahwa prosesnya satu bulan. Tapi kami minta secepatnya, karena barangnya kelihatan semua. Biar tim pencari fakta independen yang melihat,” ungkapnya. 

Presiden Jokowi menjelaskan bahwa dari pengungkapan kasus ini, diharapkan bisa dilakukan evaluasi besar-besaran terhadap sepak bola Indonesia. 

Diketahui sebelumnya, sebanyak 131 orang meninggal dunia usai pertandingan sepak bola Arema FC vs Persebaya Surabaya

Mereka tewas lantaran terjadi kerusuhan usai pertandingan Arema FC Vs Persebaya yang berakhir pada tembakan gas air mata. 

Kemudian, ribuan penonton berebut keluar stadion hingga akhirnya terhimpit, terinjak-injak, hingga sesak nafas. 

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved