Rusuh Arema Persebaya

Nilai Gas Air Mata Pemicu Utama Tragedi Kanjuruhan, Fadli Zon: Rakyat Bukan Musuh

Fadli menegaskan, penggunaan gas air mata di dalam stadion sudah tidak diperbolehkan oleh federasi sepak bola dunia (FIFA).

Editor: Yaspen Martinus
istimewa/tangkapan layar
Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menilai, penggunaan gas air mata untuk menindak suporter Arema FC yang ricuh usai laga kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, menjadi penyebab banyaknya korban jiwa. 

ARTAKOTALIVE, JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon menilai, penggunaan gas air mata untuk menindak suporter Arema FC yang ricuh usai laga kontra Persebaya di Stadion Kanjuruhan, menjadi penyebab banyaknya korban jiwa.

Fadli menegaskan, penggunaan gas air mata di dalam stadion sudah tidak diperbolehkan oleh federasi sepak bola dunia (FIFA).

"Menurut saya kuncinya jelas di situ gas air mata, penerapan gas air mata di lapangan yang kabarnya itu tidak diperbolehkan oleh FIFA."

Baca juga: Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Tambah Jadi 131 Orang, 12 di Antaranya Wafat di Non Faskes

"Rakyat itu bukan musuh, apalagi ini suporter sepak bola, mereka datang ke situ untuk santai-santai, untuk menikmati hiburan, mengapresiasi tim yang bertanding olahraga, jangan dianggap musuh," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/10/2022).

Oleh karena itu, menurut Fadli, penanganan dan prosedur pengamanan di dalam stadion harus ditinjau ulang.

Selain itu, lanjut dia, mentalitas aparat keamanan pun harus diubah, yakni jangan menganggap rakyat sebagai musuh.

"Ini enggak boleh, mentalitas seperti ini yang harus diubah dari aparat penegak hukum juga, aparat pengamanan," ucap Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengatakan, penggunaan gas air mata sudah sesuai prosedur.

Polisi menggunakan gas air mata karena suporter sudah bertindak anarkis dan masuk lapangan.

Baca juga: Amanat Jokowi di Peringatan ke-77 Hari TNI: Bersikap dan Bertindaklah Secara Profesional

Setelah penembakan gas air mata, suporter berhamburan ke pintu 12 dan membuat area itu mengalami penumpukan.

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi, semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini," ucap Nico Afinta saat konferensi pers, Minggu (2/20/2022).

Larangan penggunaan gas air mata di dalam stadion sudah diatur FIFA.

Baca juga: Mengaku Berani Tatap Muka dengan Ferdy Sambo, Bharada Eliezer Siapkan Kejutan di Sidang

Larangan itu tertuang pada pasal 19 b, pengamanan pinggir lapangan mengenai regulasi keamanan dan keselamatan stadion.

“Senjata atau gas pengendali massa tidak boleh di bawah atau digunakan,” tulis aturan tersebut.

Dengan begitu, penggunaan gas air mata di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, sudah menyalahi prosedur keselamatan dan keamanan yang dibuat FIFA. (Chaerul Umam)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved