Pj Gubernur DKI Jakarta

Masyarakat Jakarta Ingin Bahtiar Baharuddin Pj Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

Hasil survei menunjukka Bahtiar Baharudin berada di urutan teratas untuk bisa menjadi Pj Gubernur DKI Jakarta menggantikan Anies Baswedan.

Kolase foto/net
Menurut survei banyak yang memilih Bahtiar Baharuddin sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta, disusul Marullah Matali 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharudin berada di urutan tertinggi yang diiinginkan masyarakat Ibu Kota sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Hal itu berdasarkan survei dari lembaga Kajian Politik Nasional (KPN) yang dilakukan pada 20-24 September 2022 lalu.

Dalam survei itu terungkap, nama Bahtiar lebih diinginkan oleh masyarakat sebagai Pj Gubernur DKI Jakarta dengan persentase 38 persen.

Sedangkan sosok Sekda DKI Jakarta Marullah Matali sebanyak 23 persen, lalu tujuh persen.

Berikutnya diraih Kasetpres Heru Budi Hartono, dan sisanya memberi pilihan tidak tahu atau tidak menjawab.

Baca juga: Anies Baswedan Ingin Pj Gubernur DKI Jakarta Melanjutkan Kerjanya yang Bagus

Direktur Eksekutif KPN Adib Miftahul menjelaskan, kata kunci dari pilihan masyarakat DKI Jakarta terhadap Pj Gubernur DKI Jakarta adalah netralitas dari kepentingan politik.

Fraksi PDIP sodorkan nama calon Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan
Fraksi PDIP sodorkan nama calon Pj Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan (Kolase foto/istimewa)

Ini dengan dibuktikan persentase pilihan hingga 26 persen dan netralisasi dari masa lalu sebanyak 12 persen.

“Dari itulah tergambar bahwa Pak Bahtiar itu leading, karena gambaran politik DKI jelas, bahwa publik DKI tidak menginginkan polarisasi tajam,” kata Adib berdasarkan keterangannya pada Rabu (5/10/2022).

Adib mengatakan, dua nama di luar Bahtiar dianggap reprentasi dari dua kutub berbeda.

Heru Budi direpresentasikan perpanjangan tangan pusat, sementara nama Marullah diidentikan dengan penguasa DKI Jakarta saat ini.

Sementara itu Komunikolog Politik dan Hukum Nasional dari lembaga Forum Politik Indonesia, Tamil Selvan menjelaskan, hasil survei KPN menunjukkan bahwa ada beberapa poin yang bisa dilihat.

Baca juga: Gilbert Simanjuntak Sarankan Pengumuman Lebih Awal Nama Pj Gubernur akan Lebih Baik

Poin yang pertama adalah antipati masyarakat terhadap politik masih cukup tinggi.

“Ini dibuktikan bahwa 66 persen tidak tahu kalau Anies akan berakhir 16 Oktober 2022. Ini divalidasi lagi adanya 65 persen masyarakat yang tidak tahu bahwa Anies akan diganti dengan pejabat setingkat Pj Gubernur,” ucapnya.

Kemudian terkait pertanyaan tiga nama yang menjadi kandidat Pj Gubernur DKI bahwa mayoritas emak-emak yang menjadi responden adalah menunjukkan the power of emak-emak masih menjadi kekuatan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved